Kembali Ke Atas
Loading...
Temukan saya di:

Mengenang Kembali Kawan-Kawanku Di Ujung Paling Timur Indonesia



Saya mencoba membuka buku catatan harian saya kembali. Ketika saya masih menimba ilmu sebagai mahasiswa in de kost di Jogjakarta, saya banyak bergaul dengan kawan-kawan lintas etnik, termasuk menjalin pertemanan dengan kawan-kawan yang berasal dari Papua (waktu itu penyebutan katanya bukan Papua, melainkan Irian). Tiada perbedaan jarak dalam sistem pertemanan kami kecuali hanya persamaan sebagai saudara dari anak-anak bangsa sendiri.

Jangan Subversibkan Kata-Kata Sebagai Makar



Begitu mudahnya kita melakukan pass judgment on terhadap hak kebebasan kata-kata kepada sesama anak bangsa sendiri  dengan dakwaan makar. Bukan karena mereka yang dimakarkan terbukti sebagai milisi bersenjata yang akan menggulingkan pemerintah, melainkan mereka yang dimakarkan karena persoalan perbedaan selera memainkan hak kebebasan kata-kata saja.

Dampak PLTU Batubara dan Keterlibatan Elite Politik



Siapa saja para elite politik yang terlibat dalam persoalan krusial dari dampak PLTU Batubara hingga kekuatan Negara pun hanya bisa mendiamkan dalam pembiaran?

Pasca 17 April 2019: Semoga Badai Cepat Berlalu



Akibat jelang pilpres 2019, hubungan silahturahim menjadi terganggu. Pergaulan hidup antar anak bangsa mendadak kehilangan selera kemesraan.

Memahami Golput Dalam Kehidupan Sehari-Hari



Betapa dalam kehidupan sehari-hari tanpa disadari atau tidak setiap manusia di mana saja dan kapan saja pasti tidak terlepas dari sikap pilihan Golput. Ironinya, tanpa disadari sebagian dari anak bangsa sendiri sering mendapatkan sikap ambivalen pada diri manusia ketika sudah berhadapan dengan Golput. Apa lagi jika Golput yang berada dalam ranah politik acapkali sering dijadikan sasaran penolakan oleh sebagian orang yang tidak diuntungkan dengan Golput. Padahal mereka menolak Golput tanpa disadari pasti dalam kehidupan sehari-hari pasti tidak pernah terlepas dari sikap pilihan Golput. 

Sejarah Pionir Di Stadion Utama Gelora Bung Karno 7 April 2019



Terlepas siapa paslonnya dan apa visi misinya. Tapi yang jelas dalam sepanjang sejarah perkampanyean di Indonesia hanya baru kali ini sejarah pionir menorehkan tinta catatannya kampanye pilpres 2019 pada paslon tertentu telah melibatkan massa akbar signifikan tumpah ruah meluber di tiap jengkal ruang di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK) pada tanggal 7 April 2019 tanpa harus mengandalkan dana APBN, APBD dan BUMN.

Beruntungnya Saya Tidak Di-Robet-kan Ketika Negara Masih Berdoktrin Dwi Fungsi ABRI



Saya masih teringat ketika saya masih menjadi aktivis mahasiswa pada sekitar tahun 1990-an pada setiap ada aksi-aksi mahasiswa turun ke jalan selalu saja saya dan kawan-kawan aktivis lainnya tidak pernah lupa untuk menyanyikan lagu mars ABRI (Angkatan Bersenjata Republik Indonesia) yang sudah kami plesetkan sebagai wujud perlawanan kami sebagai anak bangsa yang menolak kebijakan-kebijakan Rezim Militer Soeharto yang menindas hak-hak kebebasan ekspresi kaum sipil di Indonesia.           

Kalau Memang Kita Bukan Golput


Kalau memang kita bukan Golput, maka kita dihadapkan oleh dua kandidat pemimpin yang memang harus kita pilih. Pilihlah sesuai kehendak keyakinan hatimu. Ada nomor satu Jokowi-Amin dan ada nomor dua Prabowo-Sandi yang dapat kita pilih.

Sekali Lagi Memahami Intonasi Jiwa Keperangaian Seorang Ahok



Jika kita mau memahami seorang anak bangsa sendiri bernama Basuki Tjahaja Purnama alias  Ahok  dalam karakteristiknya sebagai manusia yang intonasi jiwa keperangaiannya sangat keras tanpa  tedeng aling-aling, non kompromis dan menganggap semua dihadapannya harus tunduk dan takluk pada intonasi jiwa keperangaiannya, maka segalanya akan clear dalam memahami setiap kasus yang berkaitan dengan Ahok.
loading...
loading...

 

Ketik dan Tekan Enter