Dengan tagar Indonesia Raya berjuang mengeksplorasi peradaban politik, sosial, kemanusiaan, kebudayaan, ilmu pengetahuan dan teknologi.



Virus Phobia dan Rusaknya Tatanan Silahturahim Anak Bangsa

Ketika para anak bangsa meminta segera kepada Pemerintah agar bergegas tanggap untuk mengevakuasi para Warga Negara Indonesia yang masih bertahan di kota Wuhan ibukota Propinsi Hubei, Tiongkok, tapi ironisnya ketika para WNI sudah dievakuasi dan dipulangkan ke tanah air sendiri, yang terjadi justru malah sebaliknya. Kehadiran para WNI hasil upaya evakuasi justru malah mendapatkan penolakan oleh warga lokal di tanah airnya sendiri.

Klitih, Intropeksi Dosa Orang Tua dan Solusi Penanganan


Lima tahun  belakang ini Jogjakarta telah dihadirkan kasus-kasus Klitih. Fenomena baru dari wujud kenakalan remaja anak-anak dari kalangan Sekolah Menengah yang diekspresikan melalui kehidupan gengter. Mereka akan keluar di malam hari ramai-ramai menggunakan motor untuk membuat tindak keonaran kepada siapa saja yang menjadi target korban sesuai kehendak seleranya hingga sampai berujung kepada tindakan pidana, seperti perampasan, perampokan, pengrusakan, penganiayaan dan pembunuhan.

Di Manakah Aroma Keistimewaanmu Sekarang, Jogjakarta?


Sudah 36 tahun saya tinggal di Jogjakarta hingga sampai dengan sekarang. Betapa tidak saya pungkiri selama hidup puluhan tahun di hayuning bawana Nagari Kasultanan Ngayogyokarta Hadiningrat alias  Jogjakarta, saya senantiasa disuguhi pergaulan hidup sosial yang serba menghargai berbagai keragaman identitas yang multikultural. Tidak berlebihan jika saya sebut Jogjakarta tidak hanya sebagai miniatur Indonesia, tapi juga sebagai miniatur dunia.

Mengenal Yuliono Singsoot Sang Musisi Mbeling


Selintas ketika mengikuti lagu-lagu humorik yang dibawakan oleh Yuliono Singsoot, maka yang terlintas di ingatan saya tiada lain saya menjadi teringat kepada para seniman seniornya yang ketika awal merintis juga dimulai dari lagu-lagu pop akustik bernuansa humorik seperti Iwan Fals dan Tom Slepe.

Garuda Samsara Tampil Melanjutkan Jejak Para Seniornya Kantata Samsara

Ketika awalnya saya menyaksikan grup musik Garuda Samsara, maka pikiran saya langsung melompat ke belakang teringat kepada nama Kantata Samsara, sebuah album studio kedua dari grup musik Kantata Takwa yang dibentuk pada tahun 1990-1998 oleh Setiawan Djody, sang pengusaha kreatif kelas kakap yang sangat concern di ranah kesenian musik beraliran rock pada era Orde Baru.  

 

Ketik dan Tekan Enter