Loading...

Pasca 17 April 2019: Semoga Badai Cepat Berlalu


ads ads ads ads



Akibat jelang pilpres 2019, hubungan silahturahim menjadi terganggu. Pergaulan hidup antar anak bangsa mendadak kehilangan selera kemesraan.

Akibat jelang pilpres 2019, banyak pasutri kehilangan syahwat hingga nyaris berujung pemegatan.  Anak-anak pun larut dalam perdebatan politik.

Akibat jelang pilpres 2019, sesama sedulur plerak-plerokan. Diawali berdebat ala pak kusir hingga nyaris berujung saling cakar-cakaran.

Akibat jelang pilpres 2019, pergumulan antar kekancan pun terbelah menjadi dua kubu: cebong dan kampret. 

Akibat jelang pilpres 2019, para anak bangsa sendiri berimbas saling ejek mengejek hingga harus berurusan dengan hukum dan bahkan sampai ada yang meringkuk di penjara.

Akibat jelang pilpres 2019, status-status di sosial media menjadi ajang hujat menghujat hingga harus berurusan dengan polisi.

Akibat jelang pilpres 2019, sesama anak bangsa sendiri saling mencaci-maki tebar ancaman segala hingga bikin merinding ibu pertiwi.

Akibat jelang pilpres 2019, pekik kata lawan paslon 01 telah dibalas gebrak meja podium oleh paslon 02 hingga bikin kebangsaan terkencing-kencing di celana.

Akibat jelang pilpres 2019, setiap issue digoreng-goreng kalau perlu sampai gosong menjadi adonan issue apa saja, misalnya yang lagi trend issue pki, aseng, asing dan khilafah.

Akibat jelang pilpres 2019, mohon doa restu ke kyai sampai umroh ke kabah pun tetap saja terkena cibiran sebagai trick pencitraan sang paslon.

Akibat jelang pilpres 2019, segala cara telah dihalalkan dari mengumbar privasi ke publik sampai bongkar rahasia kubu lawan telah menjadi makanan sehari-hari.

Akibat jelang pilpres 2019, sesama jenderal purnawirawan pun turut ambil serta dalam peran pemihakan dan tebarkan polemik kegaduhan yang tiada berujung pangkal.

Akibat jelang pilpres 2019, netralitas polri dipertanyakan di mana-mana. Maunya polri mengayomi keamanan tapi publik malah menuntut keadilan.

Akibat jelang pilpres 2019, dunia pers pun turut terusik dan corat-marut. Jurnalistik acap kali dicurigai sebagai jurnal pemihakan.

Akibat jelang pilpres 2019, dari tukang sablon kaos, banner, poster, baliho hingga job para artis sampai lembaga survei pun kebanjiran order panen rupiah.

Akibat jelang pilpres 2019, mau jadi cebong kah tetap dibully oleh kubu kampret. Mau jadi kampret kah tetap dibully oleh kubu cebong. Mau jadi golput pun tetap saja dibully.

Semoga pasca pilpres 17 April 2019 badai cepat berlalu.   

Salam,
Joe Hoo Gi




Mau komentar? Klik di sini!

0 komentar:

Post a Comment

Joe Hoo Gi menolak memuat materi tulisan komentar yang mengandung unsur suku, agama, ras dan antargolongan (SARA), pornografi, ujaran kebencian, menganjurkan tindakan kekerasan dan pelanggaran Undang-Undang ITE.



 

Ketik dan Tekan Enter