April 15, 2019

Pasca 17 April 2019: Semoga Badai Cepat Berlalu


Pasca 17 April 2019: Semoga Badai Cepat BerlaluAkibat jelang pilpres 2019, hubungan silahturahim menjadi terganggu. Pergaulan hidup antar anak bangsa mendadak kehilangan selera kemesraan. Banyak pasutri kehilangan syahwat hingga nyaris berujung  pemegatan.  Anak-anak pun yang belum waktunya berpolitik tapi kini larut dalam perdebatan politik.

Akibat jelang pilpres 2019, sesama sedulur plerak-plerokan. Diawali berdebat ala pak kusir hingga nyaris berujung saling cakar-cakaran. Pergumulan antar kekancan pun terbelah menjadi dua kubu: cebong dan kampret. Para anak bangsa sendiri berimbas saling ejek mengejek hingga harus berurusan dengan hukum dan bahkan sampai ada yang meringkuk di penjara.

Akibat jelang pilpres 2019, status-status di sosial media menjadi ajang hujat menghujat hingga harus berurusan dengan polisi. Sesama anak bangsa sendiri saling mencaci-maki tebar ancaman segala hingga bikin merinding ibu pertiwi. Pekik kata lawan paslon 01 telah dibalas gebrak meja podium oleh paslon 02 hingga bikin kebangsaan terkencing-kencing di celana. Setiap issue digoreng-goreng kalau perlu sampai gosong menjadi adonan issue apa saja, misalnya yang lagi trend issue pki, aseng, asing dan khilafah.

Akibat jelang pilpres 2019, mohon doa restu ke kyai sampai umroh ke kabah pun tetap saja terkena cibiran sebagai trick pencitraan sang paslon. Segala cara telah dihalalkan dari mengumbar privasi ke publik sampai bongkar rahasia kubu lawan telah menjadi makanan sehari-hari. Sesama jenderal purnawirawan pun turut ambil serta dalam peran pemihakan dan tebarkan polemik kegaduhan yang tiada berujung pangkal.

Akibat jelang pilpres 2019, netralitas polri telah dipertanyakan di mana-mana. Maunya polri mengayomi keamanan tapi publik malah menuntut keadilan. Dunia pers pun turut terusik dan corat-marut.  Jurnalistik acap kali dicurigai sebagai jurnal pemihakan. Dari tukang sablon kaos, banner, poster, baliho hingga job para artis sampai lembaga survei pun kebanjiran order panen rupiah. Mau jadi cebong kah tetap dibully oleh kubu kampret. Mau jadi kampret kah tetap dibully oleh kubu cebong. Mau jadi golput pun tetap saja dibully.

Semoga pasca pilpres 17 April 2019 badai cepat berlalu. 

Penulis: Joe Hoo Gi

Menekuni sebagai pengembang, perancang dan programmer web dan perangkat lunak pada sistem komputer yang saat ini tinggal di Jogjakarta. Sampaikan kritik Anda atas tulisan: Pasca 17 April 2019: Semoga Badai Cepat Berlalu melalui kolom komentar yang tersedia.


Buka Komentar Anda Disini