Negara Wajib Menolak Gelar Pahlawan Nasional Untuk Soeharto

Negara Wajib Menolak Gelar Pahlawan Nasional Untuk Soeharto
Majalah Publizer yang terbit di tahun 2008 telah menempatkan Suharto termasuk di dalam 10 kepala negara terkejam di dunia. Diperkirakan ada 500 ribu anak bangsa sendiri yang diindikasikan berafiliasi dengan PKI dibantai secara mengenaskan

JOEHOOGI.COM - Wacana yang digulirkan oleh sebagian dari anak bangsa yang meminta kepada Presiden Jokowi agar memberikan gelar Pahlawan Nasional kepada Suharto merupakan wacana usang yang sebelumnya pernah diusulkan hal yang sama di era pemerintahan SBY. 

Baca selengkapnya >>

Membangkitkan Orde Baru Melalui Proyek Isu Kebangkitan PKI

Membangkitkan Orde Baru Melalui Proyek Isu Kebangkitan PKI
Jajang C.Noer, istri dari Arifin C Noer, pernah menuturkan betapa suaminya tidak dapat menolak dan harus menjalankan pesan yang harus dipatuhi untuk mengerjakan film doktrinasi tersebut sehingga suaminya harus bertarung dengan idealismenya sebab kreatifitasnya sebagai sang Sutradara merasa dipangkas dengan menghadirkan film Penumpasan Pengkhianatan G30S PKI

JOEHOOGI.COM - Masih membekas dalam pikiran saya ketika sistem politik Indonesia masih dalam cengkraman kekuasaan otoriter Orde Baru, melalui sejarawan andalan Orde Baru, Brigjen TNI-AD (Purn.) Prof. Dr. Nugroho Notosusanto merilis sinema dokumenter sejarah Orde Baru (menurut saya lebih tepat disebut film doktrinasi propaganda Orde Baru) berjudul Penumpasan Pengkhianatan G30S PKI yang disutradarai oleh Arifin C Noer.

Baca selengkapnya >>

PKI Saja Mampu Mengucapkan Marhaban ya Natalir, Mengapa Kita Tidak Mampu?

PKI Saja Mampu Mengucapkan Marhaban ya Natalir, Mengapa Kita Tidak Mampu?
Bagi kita, theis dan atheis bisa berkumpul, muslim dan nasrani bisa bercanda, artis dan atlit bisa bergurau, kafirin dan muttaqin bisa bermesraan. Tapi pluralis dan anti pluralis tak bisa bertemu (Ahmad Wahib)

JOEHOOGI.COM - Sejarah telah mencatat betapa Comite Central Partai Komunis Indonesia (CC PKI) secara resmi pernah mengucapkan Marhaban ya Natalir kepada umat Nasrani di Indonesia melalui pojok editorial dengan judul Damai Di Dunia yang dimuat di Harian Rakyat, 24 Desember 1964. 

Baca selengkapnya >>

Hak Kebebasan Menulis Bukanlah Perkara Mudah Bagi Seorang Tapol

Hak Kebebasan Menulis Bukanlah Perkara Mudah Bagi Seorang Tapol
Tanpa ada suport sesama tapol seperti yang dilakukan Tumiso, Oei Hiem Hwi, Dasipin dan Paimin, maka upaya Pram untuk meraih hak kebebasan sebagai penulis sangat sulit untuk dicapai

JOEHOOGI.COM - Ketika saya membaca buku-buku karya Pramudya Ananta Toer, khususnya buku yang ditulisnya ketika Pram masih mendekam di dalam penjara sebagai tahanan politik (tapol), membuat saya menjadi bertanya-tanya dan penasaran, bagaimana Pram bisa terpenuhi daya konsentrasinya sebagai penulis dan hak kebebasannya untuk menulis selama mendekam di dalam penjara sebagai tapol? Bukankah selama Pram mendekam di Pulau Buru sebagai tapol, hak-haknya untuk menulis dibatasi, dipersulit, dilarang dan bahkan dia sama sekali tidak diberi kesempatan untuk menulis karena waktunya habis untuk bekerja keras secara paksa? 

Baca selengkapnya >>

Komik Sebagai Media Kampanye Partai Politik Tahun 1955

Komik Sebagai Media Kampanye Partai Politik Tahun 1955
Melalui media komik yang dibagikan secara gratis kepada masyarakat Indonesia, PKI mencoba membangkitkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya Pemilihan Umum yang tepat dan akurat

JOEHOOGI.COM - Masyarakat yang tidak berpendidikan, masyarakat yang tidak mengenal bangku sekolahan, masyarakat yang hanya mengenyam pendidikan sampai sekolah dasar dan masyarakat yang buta huruf adalah kondisi real masyarakat Indonesia di tahun 1955, ketika Indonesia Merdeka masih berumur sepuluh tahun.

Baca selengkapnya >>