Drs. Brotoseno, MSi: Mongolia Sebagai Bangsa Petarung dan Penakluk Dunia

Drs. Brotoseno, MSi: Mongolia Sebagai Bangsa Petarung dan Penakluk Dunia

Membedah secara detail komprehensif studi konflik di negara Republik Mongolia yang sejarah awal berdirinya dimulai dari Dinasti Qing hingga Kekaisaran Mongol. Studi konflik History of Mongolia dalam konten video ini diberi judul The Reckless of Mongolian disajikan secara serial menjadi dua episode. 

Drs. Brotoseno,MSi: Rekonsiliasi Kebangsaan Dari Peristiwa Madiun 1948, Gerakan 30 September 1965 Sampai Pasca 1965

Drs. Brotoseno,MSi: Rekonsiliasi Kebangsaan Dari Peristiwa Madiun 1948, Gerakan 30 September 1965 Sampai Pasca 1965

Pembahasan lengkap lewat video perihal studi konflik di seputar perdebatan yang multi-interpretatif pada peristiwa pemberontakan anak bangsa sendiri yang terafiliasi idoelogi Komunis dari mulai Peristiwa Madiun 1948, Gerakan 30 September dan hingga Pasca 1965 yang sampai sekarang tampaknya belum pernah ada selesainya.

Drs. Brotoseno, MSi: Konflik Israel-Palestina Bukan Konflik Agama Melainkan Konflik Perebutan Wilayah Tempat Tinggal

Drs. Brotoseno, MSi: Konflik Israel-Palestina Bukan Konflik Agama Melainkan  Konflik Perebutan Wilayah Tempat Tinggal

Konflik awal Palestina dan Israel terjadi setelah Perang Dunia I. Konflik Israel dan Palestina bukanlah konflik antar agama, melainkan konflik perebutan wilayah sebagai tempat tinggal mereka. Saat itu Inggris sebagai pemenang Perang Dunia I memberikan wilayah kekuasaan pada bangsa Yahudi melalui Deklarasi Balfour pada 1917. 

Drs. Brotoseno, MSi: Lingkaran Dendam Dalam Takhta Kerajaan Tumapel /Singasari Dari Ken Arok Sampai Wisnuwardhana

Drs. Brotoseno, MSi: Lingkaran Dendam Dalam Takhta Kerajaan Tumapel /Singasari Dari Ken Arok Sampai Wisnuwardhana

Pemberontakan pasukan Tumapel yang dipimpin Ken Arok kepada Kerajaan Kadiri yang dipimpin Panglima perang Mahisa Walungan adik dari raja Kertajaya terjadi pada tahun 1222.

Drs. Brotoseno,MSi: Menelisik Sejarah Konflik Peradaban Global Perang Dunia I dan II

Inilah konten diskursus sejarah Menelisik Sejarah Konflik Peradaban Global Perang Dunia I dan II yang disajikan secara serial menjadi dua episode di kanal Youtube: BrotoSeno Initiative dan mBambung Official.

Drs. Brotoseno, MSi: Konflik Peradaban Uni Soviet Dari Monarki Tsar Sampai 15 Negara

Drs. Brotoseno, MSi: Konflik Peradaban Uni Soviet Dari Monarki Tsar Sampai 15 Negara

Inilah konten diskursus sejarah Konflik Peradaban Uni Soviet dari Monarki Tsar Sampai 15 Negara Bagian sebagai pengantar studi konflik History of Russia yang disajikan secara serial menjadi 11 episode di kanal Youtube BrotoSeno Initiative dan mBambung Official.

Mengenang Amuk 23 Mei 1997 Di Banjarmasin

Mengenang Amuk 23 Mei 1997 Di Banjarmasin

Maksud dari tulisan saya ini hanya sekedar berbagi nostalgia dari kesaksian saya untuk mengenang lembaran peristiwa sejarah 19 tahun yang silam betapa kekuasaan Orde Baru yang dibangun secara otoriter dan anti demokrasi selama 32 tahun telah membuat luka-luka penindasan yang dialami oleh segenap para anak bangsa dibiarkan semakin lebar menganga sehingga menjadi borok yang sakitnya terasa seperti jeritan amuk massa yang terjadi di berbagai daerah di Indonesia, tidak terkecuali di Banjarmasin.

Hak Kebebasan Menulis Bukan Perkara Mudah Bagi Seorang Tapol

Hak Kebebasan Menulis Bukan Perkara Mudah Bagi Seorang Tapol

Ketika saya membaca buku-buku karya Pramudya Ananta Toer, khususnya buku yang ditulisnya ketika Pram masih mendekam di dalam penjara sebagai tahanan politik (tapol), membuat saya menjadi bertanya-tanya dan penasaran, bagaimana Pram bisa terpenuhi daya konsentrasinya sebagai penulis dan hak kebebasannya untuk menulis selama mendekam di dalam penjara sebagai tapol? Bukankah selama Pram mendekam di Pulau Buru sebagai tapol, hak-haknya untuk menulis dibatasi, dipersulit, dilarang dan bahkan dia sama sekali tidak diberi kesempatan untuk menulis karena waktunya habis untuk bekerja keras secara paksa? 

Semoga Dendam Sesama Anak Bangsa Cepat Berlalu

Kalau saja Rezim Orde Baru atas nama Negara tidak melakukan support dan pembiaran terhadap amuk para anak bangsanya sendiri yang anti PKI untuk serta-merta melakukan penghakiman kepada para anak bangsa sendiri yang diindikasikan sebagai PKI.

Komik Sebagai Media Kampanye Partai Politik Tahun 1955

Masyarakat yang tidak berpendidikan, masyarakat yang tidak mengenal bangku sekolahan, masyarakat yang hanya mengenyam pendidikan sampai sekolah dasar dan masyarakat yang buta huruf adalah kondisi real masyarakat Indonesia di tahun 1955, ketika Indonesia Merdeka masih berumur sepuluh tahun.

Menguak Tragedi Pasca 1965 Melalui Media Komik

Ketika seorang cendekia dari ilmu sosial mengungkapkan suatu peristiwa sejarah maka pengungkapannya akan berbeda dengan apa yang dilakukan oleh seorang seniman komikus. Seorang cendekia dari ilmu sosial ketika mengungkapkan suatu peristiwa sejarah maka ekspresi tangannya hanya digunakan untuk menulis.

Lentera Menolak Pembohongan sejarah Pasca 1965

Lentera Menolakj Pembohongan sejarah Pasca 1965

Hanya gara-gara menyajikan artikel headline berjudul  Salatiga Kota Merah yang isinya menolak pembohongan sejarah versi Orde Baru yang mengungkap berita di seputar peristiwa Gerakan 30 September 1965, maka majalah internal kampus  Lentera, yang diterbitkan  Lembaga Pers Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Komunikasi Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW), Salatiga, Jawa Tengah, justru berakhir dengan pembredelan yang dilakukan oleh Rektor UKSW atas desakan Polres Salatiga. 

Enny Arrow Di Tengah Arus Budaya Kemunafikan Karakteristik Bangsanya

Enny Arrow di Tengah Arus Budaya Kemunafikan Karakteristik Bangsanya

Majalah Men’s Health pada tahun 2003 pernah membuat jajak pendapat perihal dari manakah sumber pertama kali para responden mendapatkan pengetahuan tentang seks? Hasilnya 17,2% responden menjawab, membaca novel-novel karya Enny Arrow menjadi sumber pertama pengetahuan mereka tentang seks.

Jahatnya Orde Baru Melenyapkan Perjuangan Alimin Sebagai Pahlawan Nasional

Jahatnya Orde Baru Melenyapkan Perjuangan Alimin Sebagai Pahlawan Nasional

Alimin bin Prawirodirdjo (1889-1964) adalah salah satu tokoh pergerakan Kemerdekaan Indonesia. Karirnya sebagai aktivis pergerakan nasional dirintis pernah menjadi anggota  Budi UtomoSarekat Islam, pendiri Sarekat Buruh Pelabuhan  dan  sebagai salah satu tokoh inti Partai Komunis Indonesia (PKI). 

Surat Terbuka Dewi Sukarno Kepada Presiden Soeharto

Surat Terbuka Dewi Sukarno Kepada Presiden Soeharto

Peralihan kekuasaan Indonesia dari Soekarno ke Rezim Militer Soeharto telah diwarnai insiden berdarah yang dialami oleh setengah dari jumlah anak bangsa Indonesia yang dituduh terlibat dalam peristiwa 30 September 1965.

Kepahlawanan Njoto Kandas Di Tengah Amuk Anak Bangsanya Sendiri

Kepahlawanan Njoto Kandas Di Tengah Amuk Anak Bangsanya Sendiri

Begitu sangat disesalkan jika perjuangan dan pemikiran dari seorang anak bangsa sendiri bernama Kusumo Digdoyo yang kemudian dikenal dengan nama Njoto yang lahir di Bondowoso 17 Januari 1927 justru kiprah jasa-jasa kepeduliannya untuk masa depan bangsa dan negara sampai sekarang namanya telah dieliminasikan dari buku-buku sejarah resmi.

Semaoen Aktivis Buruh Pertama Di Indonesia

Semaoen Aktivis Buruh Pertama Di Indonesia

Awal abad ke-20, Indonesia di bawah kekuasaan Hindia Belanda saat itu telah lahir kelas proletar yang terdiri dari buruh kereta api, pegawai kantor pegadaian, buruh perkebunan, buruh pabrik gula dan sebagainya.

Supersemar Legitimasi Prahara Berdarah

Inilah Surat Perintah 11 Maret 1966 yang menjadi alat legitimasi prahara anak-anak bangsa Indonesia pasca 1965 di mana 89 juta lebih para anak bangsa telah tercabut hak hidupnya secara paksa tanpa proses peradilan.

Menguak Keranda Sejarah Kepahlawanan Siauw Giok Tjhan

Menguak Keranda Sejarah Kepahlawanan Siauw Giok Tjhan

Siauw Giok Tjhan, siapakah dia? Maklum untuk generasi yang lahir pada masa pasca Orde Baru, bahkan terlebih-lebih pada generasi yang lahir pada masa pasca Reformasi sudah pasti tidak akan mengenal dan akan merasa asing mendengar nama Siauw Giok Tjhan sebab sejak berdirinya rezim Orde Baru, sosok kepahlawanannya tidak pernah ditulis dalam sejarah resmi Indonesia.

Dapatkan Pemberitahuan Setiap Ada Artikel Terbaru