Klitih, Intropeksi Dosa Orang Tua dan Solusi Penanganan

 

Klitih, Intropeksi Dosa Orang Tua dan Solusi Penanganan

Lima tahun belakang ini Jogjakarta telah dihadirkan kasus-kasus Klitih. Fenomena baru dari wujud kenakalan remaja anak-anak dari kalangan Sekolah Menengah yang diekspresikan melalui kehidupan gengter. 

Mengenal Keistimewaan Jogjakarta Dari Sarkem Sampai Bong Suwung

Mengenal Keistimewaan Jogjakarta Dari Sarkem Sampai Bong Suwung

Tanyakan kepada siapa saja yang pernah singgah lama di wilayah Jogjakarta pasti mengenal dan mengetahui dua tempat bertetanggaan yang berada di pusat jantung kota Jogjakarta, Pasar Kembang (Sarkem) dan Bong Suwung (khusus mengenai nuansa kehidupan di Bong Suwung pernah saya tulis dalam bentuk sajak di blog ini dalam judul Bong Suwung Di Malam Hari dan Badran Di Tengah Malam Hari. Bahkan tidak berlebihan jika saya menyatakan siapa saja yang pernah menjadi mahasiswa in de kost di salah satu Perguruan Tinggi di Jogjakarta pasti tidak merasa asing dengan dua wilayah ini.

Absurditas Dalam Menentukan Standard SKTM

Absurditas Dalam Menentukan Standard SKTM

Ketika saya mendengar ada calon siswa menggunakan Surat Keterangan Tidak Mampu (SKTM) palsu, maka saya bertanya-tanya SKTM yang bagaimanakah dan manakah yang disebut sebagai SKTM asli? Kalau pengertian dari SKTM asli diperuntukkan untuk orang miskin, maka lantas standard yang bagaimanakah dan apakah yang dapat dipakai untuk menentukan orang itu miskin atau tidak miskin? 

Mengembalikan Jakarta Sebagai Kota Harapan Kaum Urban

Mengembalikan Jakarta Sebagai Kota Harapan Kaum Urban

Ketika program Kepala Daerah Khusus Ibukota (DKI) Jakarta dari era Ali Sadikin sampai Ahok  berupaya menghalau urbanisasi agar fenomenal kemiskinan tidak melahirkan gelandangan dan angka kriminalitas naik. Tapi yang terjadi di masa Gubernur Anies Baswedan justru malah berbuat regulasi sebaliknya dengan mendatangkan praktek urbanisasi di tengah kota yang terus sambat kapan DKI Jakarta terhindar dari kemacetan kekumuhan dari kemiskinan di sana-sini.

Inferior LGBT Versus Superior Heteroseks

 

Inferior LGBT  Versus Superior Heteroseks

Perihal LGBT (Lesbian-Gay-Biseksual-Transgender) yang akhir-akhir ini mulai memanas kembali, saya sudah kupas-tuntas secara detail pada tulisan saya. Tulisan saya yang pertama yang saya posting pada tanggal 18 Februari 2016 berjudul Solusi Agar LGBT Bisa Diterima Oleh Semua Pihak (Studi Kasus Dorce Gamalama). Tulisan saya yang kedua yang saya posting tanggal 27 Februari 2016 berjudul Syaiful Jamil, LGBT dan Kambing Hitam.

Sampai Kapan Orang Miskin Dilarang Sakit?

Sampai Kapan Orang Miskin Dilarang Sakit?

Jika delapan nama penyakit mematikan coronary artery, stroke, kanker, sirosis, leukemia,renal failur, thalassemia dan hemofilia tidak ditanggung BPJS maka dapat dipastikan ancaman populasi termaut untuk rakyat miskin Indonesia. 

Pekerjaan Tukang Parkir Sebagai Jabatan Strategis Di Indonesia

Pekerjaan Tukang Parkir Sebagai Jabatan Strategis Di Indonesia

Dulu ketika tukang parkir dikelola sepenuhnya oleh Pemerintah Daerah, maka boleh dikatakan pekerjaan sebagai tukang parkir adalah pekerjaan yang marginal. Tapi sekarang sejak bergulirnya era reformasi, ketika melunaknya kebijakan pemerintah daerah dalam mencampuri urusan lahan parkir, pekerjaan sebagai tukang parkir berubah secara signifikan dari semula sebagai pekerjaan yang marginal, berubah menjadi pekerjaan yang strategis.

Kekerasan Seksual Dampak Matinya Prostitusi

Kekerasan Seksual Dampak Matinya Prostitusi

Matinya Yuyun sebagai korban kekerasan seksual merupakan satu dari sekian banyak korban kekerasan seksual di Indonesia. Jika saya memperhatikan secara seksama betapa dari sekian banyak kekerasan seksual di Indonesia yang terjadi secara trend beruntun dalam rentang waktu yang berdekatan dimulai sejak lahan tempat praktek prostitusi dilarang menunjukkan eksistensinya secara masif di berbagai daerah di Indonesia.

Syaiful Jamil, LGBT Dan Kambing Hitam

Syaiful Jamil, LGBT Dan Kambing Hitam

Setiap ada tindak pidana pelecehan, pencabulan dan kekerasan seksual yang kebetulan dilakukan oleh tersangka LGBT, maka asumsi dari sebagian pihak yang terjadi dengan sangat tergesa-gesa mengambil kesimpulan hitam-putih betapa LGBT sebagai perilaku biang penyebab dari kehancuran moral manusia. Tapi tidak sebaliknya ketika ada tersangka yang kebetulan bukan dari LGBT alias heteroseks melakukan tindak pidana pelecehan, pencabulan dan kekerasan seksual, maka yang terjadi tidak ada asumsi dari sebagian pihak yang mengkambing-hitamkan perilaku heteroseks sebagai biang kehancuran moral manusia. 

Solusi Agar LGBT Bisa Diterima Semua Pihak (Studi Kasus Dorce Gamalama)

Solusi Agar LGBT Bisa Diterima Semua Pihak (Studi Kasus Dorce Gamalama)

Setiap kelahiran manusia tidak bisa diprediksi apakah sifat genetik libido pada bayi yang telah dilahirkan akan sama dengan jenis kelamin pada bayi tersebut. Ketika sang bayi lahir berkelamin lelaki belum tentu kelak memiliki sifat genetik libido sebagai lelaki, begitu juga sebaliknya, ketika sang bayi lahir berkelamin perempuan belum tentu kelak memiliki kesamaan sifat genetik libido sebagai perempuan. 

Penjualan Ginjal, Kemiskinan Dan Tanggung Jawab Negara

Penjualan Ginjal, Kemiskinan Dan Tanggung Jawab Negara

Selama ini pemuka agama hanya dapat memberikan fatwa haram kepada umatnya yang menjual organ tubuh manusia bernama ginjal tanpa memberikan solusi mengapa umatnya menjual ginjalnya dan bagaimana agar umatnya tidak menjual ginjalnya.

Dibutuhkan Regulasi Mengatasi kepadatan Dan Kemacetan Di Jalan Raya

Dibutuhkan Regulasi Mengatasi kepadatan Dan Kemacetan Di Jalan Raya

Kemacetan akibat terlalu padatnya kendaraan bermotor pribadi di jalan raya tidak hanya terjadi di Jakarta saja, melainkan hampir sudah merata di berbagai kota besar di Jawa. Kemacetan terjadi akibat luas jalan raya tidak sebanding dengan jumlah kendaraan bermotor pribadi yang ada. Jika akibat ini yang menjadi penyebabnya tentunya pemerintah segera mengambil solusi melalui kebijakannya untuk mengatasi kemacetan tidak semakin meluas.

Badran Di Tengah Malam Hari

Badran Di Tengah Malam Hari

Oktober 1991 ketika acara peringatan Dies Natalis XXXIII Universitas Janabadra Yogyakarta, saya diberi kesempatan untuk membacakan sajak. Sengaja kupilih sajakku berjudul Badran Di Tengah Malam Hari yang kutulis ketika pertama kali saya tinggal sebagai mahasiswa indekosa di kampung Badran pada tahun 1987.

Dapatkan pemberitahuan setiap ada artikel terbaru