Dengan tagar Indonesia Raya berjuang mengeksplorasi peradaban politik, sosial, kemanusiaan, kebudayaan, ilmu pengetahuan dan teknologi.



Badran Di Tengah Malam Hari



Temon namanya
bocah lanang belasan tahun
tidak mengenal bangku sekolah
tidak punya satu bapak
kecuali seribu bapak
tidak kenal Tuhan
kecuali harapan
untuk bisa makan
pada hari ini.

Temon namanya
bocah lanang belasan tahun
hanya mempunyai seorang ibu
lonte keriput pinggiran jalan
menjajakan memeknya
hanya demi sesuap nasi
sebungkus rokok kretek
dan bedak gincu murahan.

Temon namanya.
bocah lanang belasan tahun
terlalu dini disebut preman
meski mengais makan
lewat memalak dan mencopet
sementara ibunya hanya pasrah
menyerahkan nasibnya
kepada apa dan siapa.

Temon namanya.
bocah lanang belasan tahun
potret kemelaratan anak bangsa
menjadi warna langit Indonesia
di tengah para pejabatnya
yang santun
satu sisi rajin pencitraan
sisi lain korupsi jalan terus.

(Puisi berjudul Badran Di Tengah Malam Hari pernah dihargai sebagai juara pertama dalam acara Lomba Menulis dan Membaca Puisi untuk memperingati Dies Natalis XXXIII Universitas Janabadra Yogyakarta, Oktober 1991)


Baca Juga :



Load Comments

 

Ketik dan Tekan Enter