>

Badran Di Tengah Malam Hari



Pada Oktober 1991 ketika acara peringatan Dies Natalis XXXIII Universitas Janabadra Yogyakarta, saya diberi kesempatan untuk membacakan sajak. Sengaja kupilih sajakku berjudul Badran Di Tengah Malam Hari yang kutulis ketika pertama kali saya tinggal sebagai mahasiswa indekosa di kampung Badran pada tahun 1987.

Orangtua Di Negeri Bedebah



Jangan menghakimi anak-anak sebab kenakalan anak-anak kita tidak sebanding dengan kenakalan diperbuat kalian wahai mereka yang mengaku sebagai para orangtua.

FKMY Setahun Berkibar Setahun Bubar




Maksud dari tulisan saya ini FKMY Setahun Berkibar, Setahun Bubar  hanya sekedar berbagi nostalgia perjuangan dari kesaksian saya untuk mengenang lembaran peristiwa sejarah 26 tahun yang silam betapa proses perjuangan dari para aktivis Gerakan Mahasiswa era 1990-an, khususnya aktivis Gerakan Mahasiswa di lingkup lingkungan internal Forum Komunikasi Mahasiswa Yogyakarta (FKMY) banyak mengalami terjal rintangan, penuh tantangan resiko dan intrik di antara sesama kawan-kawannya sendiri yang kemudian memang harus diambil dalam sebuah pilihan. Semua tulisan ini merupakan copy paste dari catatan harian saya.

Diskusi Perdanaku Membongkar Corat-Marutnya Hukum Di Indonesia


30 Oktober 1989Senin, pukul 08.45 WIB saya ditunjuk sebagai panelis untuk menyampaikan makalah saya setebal 10 halaman dengan judul Menguak Wajah Asli Negara Indonesia Sebagai Negara Kekuasaan Bukan Negara Hukum dalam Diskusi Internal bertemakan Menelusuri Problema Hukum Di Indonesia  yang diselenggarakan oleh Badan Perwakilan Mahasiswa dan Senat Mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Janabadra Yogyakarta.

Menolak Li Peng Sebagai Wujud Solidaritas Tiananmen Berdarah




Maksud dari tulisan saya berjudul Menolak Lie Peng Sebagai Wujud Solidaritas Tiananmen Berdarah hanya sekedar berbagi nostalgia perjuangan dari kesaksian saya untuk mengenang lembaran peristiwa sejarah 26 tahun yang silam betapa proses perjuangan dari para aktivis Gerakan Mahasiswa era 1990-an banyak mengalami terjal rintangan, penuh tantangan dan resiko yang harus diambil sebagai pilihan demi  untuk sebuah masa depan negeri yang lebih bermartabat, beradab dan demokratis sesuai amanat dari cita-cita Proklamasi Kemerdekaan. Semua tulisan ini merupakan copy paste dari catatan harian saya. Semoga tulisan ini bermanfaat untuk kita semua.

Intrograsi Dan Intimidasi Berakhir Di Bethesda




Maksud dari tulisan saya berjudul Intrograsi Dan Intimidasi Berakhir Di Bethesda hanya sekedar berbagi nostalgia perjuangan dari kesaksian saya untuk mengenang lembaran peristiwa sejarah 26 tahun yang silam betapa proses perjuangan dari para aktivis Gerakan Mahasiswa era 1990-an banyak mengalami terjal rintangan, penuh tantangan dan resiko yang harus diambil sebagai pilihan demi  untuk sebuah masa depan negeri yang lebih bermartabat, beradab dan demokratis sesuai amanat dari cita-cita Proklamasi Kemerdekaan. Semua tulisan ini merupakan copy paste dari catatan harian saya. Semoga tulisan ini bermanfaat untuk kita semua.

Menolak Pembredelan Pers Berujung Patah Tulang Bahu Tangan Kiriku



Maksud dari tulisan saya ini, Menolak Pembredelan Pers Berujung Patahnya Tulang Bahu Tangan Kiriku hanya sekedar berbagi nostalgia perjuangan dari kesaksian saya terhadap insiden kekerasan aparat kepolisian terhadap Gerakan Mahasiswa yang memprotes pembredelan pers nasional (Tempo, Editor dan Detik) di Boulevard UGM, Yogyakarta yang terjadi pada tanggal 27 Juni 1994. 

Supersemar Legitimasi Prahara Berdarah




Inilah Surat Perintah 11 Maret 1966 yang menjadi alat legitimasi prahara anak-anak bangsa Indonesia pasca 1965 di mana 89 juta lebih para anak bangsa telah tercabut hak hidupnya secara paksa tanpa proses peradilan.

Menguak Wajah Orde Baru Melalui Karikatur



Dua puluh dua tahun silam 
ketika kebebasan ekspresi
masih terlampau mahal di negeri ini
seorang kawan bernama: 
mencurahkan ekspresinya 
melalui tintanya.

Semoga Lekas Sembuh Alfonsa Diana



Kabut masih turun di balik luar jendela rumah sakit. Aku belum juga bisa tidur. Segelas kopi panas telah menghangatkan dinginnya pagi.

Tuhan Kawan Dalam Berpikirku



Dalam hening kuambil papan catur. Kini lawan tandingku adalah Tuhan. Kami berpikir bersama saling menentukan siapa yang kalah dan menang.Tentunya aku akan menunda doaku sebab kami sedang bertanding.

Ziarah Mengenang Andi Munajat



Jangan tanyakan nama Andi Munajat kepada para mahasiswa angkatan 1980-an Fakultas Filsafat Universitas Gajah Mada sebab sudah pasti mereka akan mengenalnya. Tapi tanyakan juga nama Andi Munajat kepada kawan-kawan yang pernah bergelut sebagai aktivis mahasiswa di tahun-tahun 1990-an, tidak perduli apakah mereka bergelut  sebagai  aktivis diskusi, pers dan demonstran, atau sekaligus merangkap ketiganya, pasti mereka juga akan mengenal sosok seorang aktivis bernama Andi Munajat.

Umpatan 1998




Umpatan Indonesia hari ini wajah ibukota yang dibakar oleh anarki. Wabah chaos orang-orang kalap menjadi nyamuk-nyamuk menyengat siapa saja. Di sana-sini amuk rakyat berkecamuk meremukan apa saja yang dijumpai. Dendam membusuk meledak menjadi rimba amarah tanpa hukum.

Menguak Keranda Sejarah Kepahlawanan Siauw Giok Tjhan



Siauw Giok Tjhan, siapakah dia? Maklum untuk generasi yang lahir pada masa pasca Orde Baru, bahkan terlebih-lebih pada generasi yang lahir pada masa pasca Reformasi sudah pasti tidak akan mengenal dan akan merasa asing mendengar nama Siauw Giok Tjhan sebab sejak berdirinya rezim Orde Baru, sosok kepahlawanannya tidak pernah ditulis dalam sejarah resmi Indonesia.