Absurditas Kebebasan Beragama Dalam SKB 2 Menteri

Absurditas Kebebasan Beragama Dalam SKB 2 Menteri

Banyak 'pekerjaan rumah' yang signifikan dan krusial yang menjadi kendala terpuruknya demokrasi di Indonesia yang sudah diselesaikan oleh Abdurrahman wahid ketika menjadi Presiden, meskipun tidak semua pekerjaan rumah dapat diselesaikan oleh Gus Dur sebab realitas politik membuktikan betapa Gus Dur hanya diberi kesempatan menjabat presiden selama 18 bulan dari akibat pemakzulan presiden oleh para elite parlemen yang dipelopori oleh Amien Rais.

Dibutuhkan Refleksi dan Intropeksi Untuk Mengakhiri Terorisme Berlabel Agama

Dibutuhkan Refleksi dan Intropeksi Untuk Mengakhiri Terorisme Berlabel Agama

Aksi terorisme yang dimanifestasikan melalui bom bunuh diri yang terjadi di luar pintu masuk Gereja Katedral di Makasar pada 28 Maret 2021 selain hanya menambah deretan panjang daftar kasus aksi terorisme di Indonesia juga menjadi keprihatinan bersama betapa dalam sepanjang dua puluh tiga tahun usia reformasi aksi-aksi terorisme yang berlabelkan keyakinan ideologi agama belum pernah selesai di Indonesia.

Kepada Jokowi Sampaikan Kritik dan Fakta Bukan Fitnah dan Ilusi

Kepada Jokowi Sampaikan Kritik dan Fakta Bukan Fitnah dan Ilusi

Kebebasan berpendapat (freedom of speech) yang dipublikasikan melalui lisan dan tulisan yang terjadi khususnya pada kepemimpinan Presiden Joko widodo sudah saatnya dibutuhkan afirmasi deskripsi rasional tentang maksud dari kepatutan kebebasan berpendapat sehingga tidak bertabrakan dengan nilai-nilai hukum dan demokrasi.

Sebilah Pisau Bernama Ormas FPI

Sebilah Pisau Bernama Ormas FPI

Empat bulan setelah Presiden Suharto mengakhiri kekuasaan Orde Baru, ketika euforia Reformasi bergema di segala sudut penjuru di Tanah Air, berdirilah organisasi kemasyarakatan Front Pembela Islam (FPI) yang dideklarasikan oleh Habib Rizieq Shihab (HRS) pada tanggal 17 Agustus 1998.

Aku Bela FPI Tapi Aku Kritik FPI

Sudah 22 tahun usia berdirinya ormas Front Pembela Islam (FPI) di Indonesia. Siapa saja dari anak bangsa Indonesia tanpa terkecuali sudah pasti akan mengenal dan mengetahui ormas FPI. Hanya saja dari setiap anak bangsa akan berbeda sudut pandangnya dalam melihat kiprah ormas FPI ini.

Di Manakah Aroma Keistimewaanmu Sekarang, Jogjakarta?

Di Manakah Aroma Keistimewaanmu Sekarang, Jogjakarta?

Sudah 36 tahun saya tinggal di Jogjakarta hingga sampai dengan sekarang. Betapa tidak saya pungkiri selama hidup puluhan tahun di  Jogjakarta, saya selalu disuguhi pergaulan hidup sosial yang serba menghargai berbagai keragaman identitas yang multikultural. 

Asas Keadilan Dalam Penanganan Perkara UAS, Ariel-Luna dan Vina Garut

Asas Keadilan Dalam Penanganan Perkara UAS, Ariel-Luna dan Vina Garut

Kalau saja video mesum Vina Garut tidak bocor ke ranah publik, maka dapat dipastikan skandal lendir Vina Garut tidak akan mungkin dapat dijerat Undang-Undang Nomor 44 Tahun 2008 tentang Pornografi. Sedemikian pula dengan perkara sebelumnya, seperti kasus video mesum yang melibatkan Ariel-Luna pada tahun 2010.

Reuni 212 Antara Paranoid dan Antisipasi

Reuni 212 Antara Paranoid dan Antisipasi

Tidak ada yang perlu ditakutkan dari aksi Reuni 212 yang telah melibatkan kekuatan massa yang massif, kecuali Negara dan sebagian komponen bangsa yang lain hanya mengantisipasi dari segala kemungkinan yang buruk agar kebebasan berkumpul menyampaikan pendapat di depan umum yang melibatkan mobilization of large mass forces tidak terprovokasi untuk mengulangi kembali event of bloody social conflict yang beberapa kali pernah mengguncang sejarah sistem percaturan perpolitikan nasional.

Dapatkan Pemberitahuan Setiap Ada Artikel Terbaru