Gus Huda: Methode Penolakan Kenaikan BBM Melalui Ahimsa

Methode Penolakan Kenaikan BBM Melalui Ahimsa

Terdapat empat methode yang Mahatma Ghandi ajarkan kepada masyarakat guna melenyapkan pengaruh kolonialisme. Di antaranya ialah Ahimsa, Hartal, Satyagraha dan Swadesi. Ahimsa merupakan gerakan perlawanan anti kekerasan yang sebelumnya disebut sebagai non-violence.

Pada 6 Oktober 1942 Ghandi memutuskan untuk berpuasa selama 21 hari. Berpuasa di sini artinya berturut-turut selama 21 hari, Ghandi benar-benar tidak makan, Dalam periode itu Ghandi hanya mengkonsumsi air putih. Dalam aksi kontemplasinya ini, Ghandi telah mewujudkan kemerdekaan pada  India tanpa harus dicapai melalui aksi pertumpahan darah.

Lantas apa korelasi dari methode perjuangan ala Ahimsa nya Ghandi ini kepada rencana kebijakan kenaikan BBM yang sudah digaungkan santer oleh Pemerintah belakangan ini ?

Perlawanan yang diekspresikan melalui demonstrasi merupakan tindakan penolakan terhadap suatu kebijakan dalam bentuk aspirasi secara terbuka. Jadi ketika kita mengeluh karena harga BBM mengalami kenaikan itu juga merupakan demonstrasi yang hadir dari dalam diri kita dalam bentuk ucapan. Setiap orasi itu pasti akan didengar tapi untuk diaplikasikan oleh penguasa belum tentu menjadi sebuah kenyataan atau perwujudan untuk dikabulkan.


Maka perlunya tindakan kita sebagai perbuatan yang nyata ini harus ada. Implementasi tindakan itu antara lain seperti aku menolak harga BBM naik maka aku tidak akan membeli motor baru, atau aku tidak suka ketika harga BBM naik maka aku memilih jalan kaki dan atau dalam kondisi ketika harga BBM naik maka aku memilih tidak pergi kecuali dalam keadaan terpaksa. 

Memang dibutuhkan akumulasi tindakan secara serempak bersama-sama seluruh rakyat Indonesia yang menjadi korban dampak dari kebijakan kenaikan harga BBM. Tindakan mogok serempak itu berupa stop beraktifitas untuk berdiam diri di dalam rumah yang sama sekali tidak menggunakan kendaraan yang berbahan bakar minyak selama kebijakan kenaikan harga BBM tidak dibatalkan oleh penguasa sebagai pemangku pembuat kebijakan.

Kalau aksi mogok nasional sebagai bentuk perlawanan penolakan berjamaah terhadap naiknya harga BBM sepakat dilakukan oleh seluruh rakyat Indonesia sebagai bentuk solidaritas bersama ini betul-betul dapat terjadi, maka otomatis ekonomi berskala nasional akan mengalami kelumpuhan yang signifikan. Sehingga otomatis pula akan memaksa Pemerintah menentukan kembali kebijakan yang tentunya menguntungkan kita sebagai rakyat.

Betapa kita sudah membuktikan secara seksama, aksi perlawanan yang dilakukan melalui methode kebencian dan kekerasan tidak akan pernah membuahkan hasil apa-apa dan justru akan menambah kondisi sulit menjadi semakin corat-marut. Saatnya para anak bangsa untuk mengubah pola aspirasi perlawanan untuk beralih ke methode Ahimsa.

Sejarah telah membuktikan kepada kita betapa wujud aspirasi perlawanan ala Ahimsa yang tidak melukai siapapun dalam methodenya Mahatma Gandi ini pernah berhasil membuat perubahan yang signifikan dalam membangun peradaban India menjadi lebih mulia dan bermartabat pada zamannya. (Gus Huda) 

JOE HOO GI

 Melalui sajian kolom komentar di bawah sampaikan kepada kami komentar kritik, saran dan pertanyaan Anda yang berkaitan dengan artikel: Gus Huda: Methode Penolakan Kenaikan BBM Melalui Ahimsa




Peringatan Sebelum Berkomentar:
Komentar yang mengarah ketindakan spam atau tidak berkaitan dengan isi artikel tidak akan dipublikasikan.
EmoticonEmoticon

Dapatkan Pemberitahuan Setiap Ada Artikel Terbaru