Video: Konflik Peradaban Uni Soviet Dari Monarki Tsar Sampai 15 Negara Bagian

Inilah konten diskursus sejarah Konflik Peradaban Uni Soviet dari Monarki Tsar Sampai 15 Negara Bagian - Episode Pertama sebagai pengantar studi konflik History of Russia berjudul Russian Fairy Tales yang disajikan secara serial menjadi 11 episode di kanal Youtube BrotoSeno Initiative.

Memahami Palestina Dari Pemahaman Bangsa Palestina

Memahami Palestina Dari Pemahaman Bangsa Palestina

Menurut data Fariz Mendawi, Duta besar Palestina untuk Indonesia, yang berlangsung di Auditorium Yustinus Universitas Atmadjaya, Jakarta Rabu 30 November 2011, dalam seminar bertajuk Hari Internasional Solidaritas Untuk Palestina, bahwa persentase penganut Agama terbesar di Palestina adalah agama Yahudi yang menempati 50%, sisanya beragama Kristen dan Muslim yang berada di daerah Tepi Barat dan Yerusalem. 

Reformasi Setengah Hati Thein Sein Memberi Peluang Kudeta Militer Di Myanmar

Reformasi Setengah Hati Thein Sein Memberi Peluang Kudeta Militer Di Myanmar

Kudeta militer yang terjadi di Myanmar bukan peristiwa pertama kali terjadi. Sejarah mencatat sudah ketigakalinya kudeta militer terjadi di Myanmar.

Video: Mengkritisi Benang Kusut Dari Rohingya Sampai Uyghur

Awalnya ada dua benang yang kondisinya masih belum terburai kusut. Benang yang pertama terletak di Asia Tenggara tepatnya di Negara Republik Persatuan Myanmar yang dulu dikenal dengan Negara Burma ada propinsi Arakan alias Rakhine yang ditempati oleh etnis minoritas Rohingya keturunan Indo Arya asal Bangladesh beragama muslim. Sedangkan benang kedua terletak di Asia Timur tepatnya di Negara Republik Rakyat Tiongkok (RRT) ada propinsi Xinjiang yang ditempati oleh etnis minoritas Uyghur keturunan Turkistan asal Turki yang beragama muslim.

Kafir Tanpa Dikafirkan Di Mesir

Kafir Tanpa Dikafirkan Di Mesir

Di Negara Indonesia notabene bukan Negara Islam, setiap pendakwah dapat sebebas-bebasnya lantang berteriak kafir kepada keyakinan lain tanpa ada rasa takut seolah-olah Hukum Negara sedang dibuai mimpi panjang.

Untungnya Raja Salman Bukan Presiden Jokowi

Untungnya Raja Salman Bukan Presiden Jokowi

Ketika membaca artikel berita di Tempo perihal Arab Saudi Umumkan Pecat Ribuan Imam Radikal dan Provokator, maka yang terlintas dalam benak saya tiada lain dan tiada bukan beruntunglah seruan pemecatan kepada ribuan Imam ulama yang terindikasi oleh pemahaman radikalisme ini terjadi di wilayah Negara Arab Saudi dan diumumkan oleh Raja Salman bin Abdul Aziz untuk menangakal propaganda kebencian sebagai biang dari induk terorisme. 

Imajiner Bersama Aung San Suu Kyi

Imajiner Bersama Aung San Suu Kyi

Joe:
Dulu saya salah satu dari sekian juta pengagum Bunda ketika Bunda hadir sebagai social activist National League for Democracy (NLD). Masih selalu teringat dalam pikiran saya, betapa selama 15 tahun dalam pengasingan tahanan rumah, Bunda masih dapat memobilisasi massa dan menggelorakan semangat perjuangan pantang menyerah demi Pembebasan tegaknya Demokrasi dari kekuasaan rezim junta militer Myanmar.

Video: Ada Apa Dengan Logika Berpikirmu Najib Tun Razak?

Ada apa dengan logika berpikirmu Najib Tun Razak jika kondisi krisis kemanusiaan yang terjadi di Rohingya Myanmar lantas yang kau persalahkan justru Presiden Jokowi atas nama pemerintah Indonesia?  

Dapatkan Pemberitahuan Setiap Ada Artikel Terbaru