Loading...

Dagelan PA 212


Dulu saat tahun masih 2016 kalian merengek-rengek kepada Presiden Republik Indonesia agar hukum tidak diintervensi untuk tidak melindungi sang pelaku kriminal Basuki Tjahaja Purnama. Bahkan untuk menggertak hukum konon demi tegaknya equality before the law kalian telah hadirkan jutaan massa mengepung Jakarta.

Kau Bunuh Kecerdasanmu Demi Kebencian



Lho ini apa lagi toh kok sampai soal selera warna turut diranahkan  ke ujaran kebencian apa yang salah pada warna merah? Kalau anda membenci  warna merah sebagai warna made in iblis padahal darah yang mengalir di tubuh Rasulullah berwarna merah. Api untuk memanggang  tungku beras menjadi nasi pun harus berwarna merah. Pelangi pun tanpa disertai warna merah pun akan mengurangi keindahannya.

Mengembalikan Jakarta Sebagai Kota Harapan Kaum Urban



Ketika program Kepala Daerah Khusus Ibukota (DKI) Jakarta dari era Ali Sadikin sampai Ahok berupaya menghalau urbanisasi agar fenomenal kemiskinan tidak melahirkan gelandangan dan angka kriminalitas naik. Tapi yang terjadi di masa Gubernur Anies Baswedan justru malah berbuat regulasi sebaliknya dengan mendatangkan praktek urbanisasi di tengah kota yang terus sambat kapan DKI Jakarta terhindar dari kemacetan kekumuhan dari kemiskinan di sana-sini.

Inferior LGBT Versus Superior Heteroseks


Perihal LGBT (Lesbian-Gay-Biseksual-Transgender) yang akhir-akhir ini mulai memanas kembali, saya sudah kupas-tuntas secara detail pada tulisan saya. Tulisan saya yang pertama yang saya posting pada tanggal 18 Februari 2016 berjudul Solusi Agar LGBT Bisa Diterima Oleh Semua Pihak (Studi Kasus Dorce Gamalama). Bagi yang belum membacanya dapat diklik di siniTulisan saya yang kedua yang saya posting tanggal 27 Februari 2016 berjudul Syaiful Jamil, LGBT dan Kambing Hitam. Bagi yang belum membacanya dapat diklik di sini.

Untungnya Raja Salman Bukan Presiden Jokowi



Ketika membaca artikel berita, klik di sinimaka yang terlintas dalam benak saya tiada lain dan tiada bukan beruntunglah seruan pemecatan kepada ribuan Imam ulama yang terindikasi oleh pemahaman radikalisme ini terjadi di wilayah Negara Arab Saudi dan diumumkan oleh Raja Salman bin Abdul Aziz untuk menangakal propaganda kebencian sebagai biang dari induk terorisme. Saya tak bisa membayangkan jika seruan pemecatan ini terjadi di wilayah Negara Indonesia dan diumumkan oleh Presiden Joko Widodo maka dalam hitungan di bawah detik pasti bakal terjadi riakan demo berjilid-jilid betapa seruan maksud baik Negara sudah pasti digoreng menjadi kriminalisasi ulama.

Rule Of Law Kok Disebut Kriminalisasi, Kepiye Toh?



Sebut saja namanya Si Fulan, bukan nama sesungguhnya, kebetulan seorang aktivis mahasiswa, kemudian oleh polisi ditangkap  karena diduga melakukan tindak pidana pencurian sepeda motor sebagaimana diatur dalam Pasal 363 KUHP. Penangkapan oleh polisi kepada Si Fulan yang seorang aktivis mahasiswa yang diduga melakukan tindak pidana pencurian sepeda motor apakah dapat disebut sebagai upaya kriminalisasi kepada aktivis? Jika stigma ini yang terjadi, maka sebaiknya stigma ini dibalas dengan jangan mengaktiviskan pelaku kriminal yang kebetulan oknum aktivis mahasiswa.


 

Ketik dan Tekan Enter