Berminat dalam pemrograman web, perangkat lunak pada sistem komputer, manajer media sosial dan Blogger yang saat ini tinggal di Jogjakarta, Indonesia.



Untungnya Raja Salman Bukan Presiden Jokowi


Ketika membaca artikel berita, klik di sinimaka yang terlintas dalam benak saya tiada lain dan tiada bukan beruntunglah seruan pemecatan kepada ribuan Imam ulama yang terindikasi oleh pemahaman radikalisme ini terjadi di wilayah Negara Arab Saudi dan diumumkan oleh Raja Salman bin Abdul Aziz untuk menangakal propaganda kebencian sebagai biang dari induk terorisme. 

Saya tak bisa membayangkan jika seruan pemecatan ini terjadi di wilayah Negara Indonesia dan diumumkan oleh Presiden Joko Widodo maka dalam hitungan di bawah detik pasti bakal terjadi riakan demo berjilid-jilid betapa seruan maksud baik Negara sudah pasti digoreng menjadi kriminalisasi ulama.

Ketika membaca artikel berita, klik di sinimaka yang terlintas dalam benak saya tiada lain dan tiada bukan beruntunglah seruan pemecatan kepada ribuan Imam ulama yang terindikasi oleh pemahaman radikalisme ini terjadi di wilayah Negara Arab Saudi diumumkan oleh Raja Salman bin Abdul Aziz hasil dari kerjasama antar dua negara Arab Saudi dan Rusia. 

Saya tak bisa membayangkan jika seruan pemecatan kepada ribuan Imam ulama ini terjadi di wilayah Negara Indonesia hasil kerjasama antar Indonesia dan Rusia maka dalam hitungan di bawah detik pasti terjadi riakan hujatan berjilid-jilid seruan maksud baik Negara sudah pasti digoreng menjadi issue kebangkitan PKI.

Akhirulkalam, untungnya Raja Salman bukan Presiden Jokowi.
Baca Juga :



Load Comments

 

Ketik dan Tekan Enter