Kau Bunuh Kecerdasanmu Demi Kebencian

· | JOE HOO GI | 28/01/2018
Kondisi corat-marut kebangsaan yang menyatakan warna merah adalah warna iblis telah menunjukkan betapa keyakinan beragama justru telah membunuh kecerdasan logika berpikir tidak menggiring manusia berperilaku baik dan tiada hari tanpa kebencian yang membuat absurdnya makna ukhuwahkah
Mengapa keyakinan beragama harus membunuh kecerdasan logika berpikir tidak menggiring manusia berperilaku baik dan tiada hari tanpa kebencian sehingga membuat nilai ukhuwahkah menjadi absurd

JOEHOOGI.COM - Lagi-lagi terjadi soal selera warna turut diranahkan ke ujaran kebencian apa yang salah pada warna merah? Kalau anda membenci  warna merah sebagai warna made in iblis padahal darah yang mengalir di tubuh  Rasulullah berwarna merah. Api untuk memanggang tungku beras  menjadi nasi pun harus berwarna merah. Pelangi pun tanpa disertai warna merah pun akan mengurangi keindahannya.

Bendera Indonesia pun ada warna merah selain warna putih. Bayangkan misal bendera Indonesia dicabut warna merahnya sehingga yang tertinggal hanya warna putih. Sudah menjadi tradisi di kampung-kampung jika bendera putih pertanda ada yang berkabung. Apa yang terjadi jika lampu traffic lights di pertigaan atau perempatan jalan di perkotaan ternyata lampu warna merahnya tidak menyala? 

Kalian sebut warna merah adalah warna Iblis. Jika demikian hantu sebangsa jin yang berwujud Kolor Ijo yang konon di tahun 2000 hingga 2014 pernah muncul di Cijengkol, Bekasi hingga terus meluas sampai ke Jabotabek, Jawa Tengah dan Jawa Timur tentunya tidak pantas disebut hantu atau iblis sebab Kolor Ijo tidak suka warna merah, melainkan warna hijau.


Kondisi corat-marut ini yang menyatakan warna merah adalah warna iblis telah membuat saya harus berpikir ulang  mengapa keyakinan beragama harus membunuh kecerdasan dan logika berpikirmu? Mengapa keyakinan beragama tak menggiringmu berperilaku baik? Tiada hari tanpa marah dan bencikah sehingga tak ada senyum ukhuwahkah di hatimu kawan? Wallahu a'lam bish-shawabi.

Joe Hoo Gi
JOE HOO GI
Penulis reflektif multidimensi yang merespons beragam isu perdebatan berdasarkan analisis pribadi yang kritis, jujur dan independen.

Bacaan Terkait

 

Ikuti Setiap Bacaan Terbaru Kami