
JOEHOOGI.COM - Tidak ada satu pun anak bangsa di negeri sendiri yang mengharapkan hidup sebagai Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ). Tapi realitas dari dulu sampai sekarang fenomenal ODGJ tetap saja ada di sekitar kita.

JOEHOOGI.COM - Tidak ada satu pun anak bangsa di negeri sendiri yang mengharapkan hidup sebagai Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ). Tapi realitas dari dulu sampai sekarang fenomenal ODGJ tetap saja ada di sekitar kita.

JOEHOOGI.COM - Lima tahun belakang ini Jogjakarta telah dihadirkan kasus-kasus Klitih. Fenomena baru dari wujud kenakalan remaja anak-anak dari kalangan Sekolah Menengah yang diekspresikan melalui kehidupan gengter.

JOEHOOGI.COM - Tanyakan kepada siapa saja yang pernah singgah lama di wilayah Jogjakarta pasti mengenal dan mengetahui dua tempat bertetanggaan yang berada di pusat jantung kota Jogjakarta, Pasar Kembang (Sarkem) dan Bong Suwung (khusus mengenai nuansa kehidupan di Bong Suwung pernah saya tulis dalam bentuk sajak di blog ini dalam judul Bong Suwung Di Malam Hari dan Badran Di Tengah Malam Hari. Bahkan tidak berlebihan jika saya menyatakan siapa saja yang pernah menjadi mahasiswa in de kost di salah satu Perguruan Tinggi di Jogjakarta pasti tidak merasa asing dengan dua wilayah ini.

JOEHOOGI.COM - Ketika saya mendengar ada calon siswa menggunakan Surat Keterangan Tidak Mampu (SKTM) palsu, maka saya bertanya-tanya SKTM yang bagaimanakah dan manakah yang disebut sebagai SKTM asli? Kalau pengertian dari SKTM asli diperuntukkan untuk orang miskin, maka lantas standard yang bagaimanakah dan apakah yang dapat dipakai untuk menentukan orang itu miskin atau tidak miskin?

JOEHOOGI.COM - Ketika program Kepala Daerah Khusus Ibukota (DKI) Jakarta dari era Ali Sadikin sampai Ahok berupaya menghalau urbanisasi agar fenomenal kemiskinan tidak melahirkan gelandangan dan angka kriminalitas naik. Tapi yang terjadi di masa Gubernur Anies Baswedan justru malah berbuat regulasi sebaliknya dengan mendatangkan praktek urbanisasi di tengah kota yang terus sambat kapan DKI Jakarta terhindar dari kemacetan kekumuhan dari kemiskinan di sana-sini.
Ikuti bacaan terbaru kami melalui email: