Diskusi Kelompok Studi Formasi Dibalik Keranda

Diskusi Kelompok Studi Formasi Dibalik Keranda

Maksud dari tulisan saya ini hanya sekedar berbagi nostalgia perjuangan dari catatan kesaksian saya untuk mengenang kembali lembaran peristiwa sejarah 23 tahun yang silam.

Mengenang Pertemuan Aktivis Gerakan Mahasiswa Era 1990-an (Part 1)

Mengenang Pertemuan Aktivis Gerakan Mahasiswa Era 1990-an (Part 1)

Tulisan saya ini terbagi menjadi dua serial artikelSerial artikel pertama berjudul Mengenang Pertemuan Aktivis Gerakan Mahasiswa Era 1990-an (Part 1) yang berlangsung di Kaliurang, Yogyakarta. Serial artikel kedua berjudul Mengenang Pertemuan Aktivis Gerakan Mahasiswa Era 1990-an (Part 2) yang berlangsung di Lembang, Bandung.

Antithesa Blunder Gerakan Mahasiswa 1990-an

 

Antithesa Blunder Gerakan Mahasiswa 1990-an

Apa yang menjadi ciri khas krusial dari pola ideologis perjuangan aktivis Gerakan Mahasiswa era 1990-an? Mengapa harus jatuh pada pilihan yang lebih spesifik kepada Gerakan Mahasiswa era 1990-an? Mengapa tidak langsung mengarah yang lebih ideal kepada Gerakan Mahasiswa di era Orde Baru mengingat pada era 1970-an juga telah lahir peristiwa Gerakan Mahasiswa yang pernah menorehkan peristiwa sejarah berskala nasionalnya seperti peristiwa Malapetaka 15 Januari 1974 yang dikenal dengan peristiwa Malari dan Insiden Berdarah 1978 di kampus ITB?

Menguak Kasus Skandal Pembelian Tanah Kampus Terpadu Universitas Janabadra

Menguak Kasus Skandal Pembelian Tanah Kampus Terpadu Universitas Janabadra

Maksud dari tulisan saya ini hanya sekedar berbagi nostalgia perjuangan dari kesaksian saya untuk mengenang kembali lembaran peristiwa sejarah 22 tahun yang silam betapa proses perjuangan dari para aktivis Gerakan Mahasiswa era 1990-an, khususnya yang terjadi pada permasalahan internal di Universitas Janabadra yang menyangkut skandal pembelian tanah kampus terpadu Universitas Janabadra di desa Trihanggo, Kecamatan Gamping, Kabupaten Sleman, propinsi Daerah Istimewa Yogyakarta banyak mengalami terjal rintangan, penuh tantangan dan resiko yang harus diambil sebagai pilihan demi untuk sebuah masa depan pendidikan yang lebih bermartabat, beradab dan transparan sesuai amanat dari cita-cita ketika Perguruan Tinggi Swasta ini didirikan. 

Menolak Cuti Paksa 183 Mahasiswa Universitas Janabadra

Menolak Cuti Paksa 183 Mahasiswa Universitas Janabadra

Maksud dari tulisan saya ini, Menolak Cuti Paksa 183 Mahasiswa, hanya sekedar berbagi nostalgia perjuangan dari kesaksian saya untuk mengenang kembali lembaran peristiwa sejarah 25 tahun yang silam. 

Perlawanan Mahasiswa Universitas Janabadra Merebut Figur Rektor Definitif

Perlawanan Mahasiswa Universitas Janabadra Merebut Figur Rektor Definitif

Maksud dari tulisan ini hanya sekedar berbagi nostalgia perjuangan dari kesaksian saya untuk mengenang kembali lembaran peristiwa sejarah 27 tahun yang silam. 

Saatnya Harus Mengakhiri Sebagai Mahasiswa Universitas Janabadra

Saatnya Harus Mengakhiri Sebagai Mahasiswa Universitas Janabadra

Setelah sekian lama saya melakoni sebagai  mahasiswa abadi di Fakultas Hukum Universitas Janabadra Yogyakarta (selain bergelut buku-buku diktat kuliah, prosentase yang lebih menonjol lebih mengurusi dan melakoni sebagai aktivis ekstra kampus seperti aksi mahasiswa dan diskusi), maka dengan perkembangan waktu, saya harus mengakhiri sebagai mahasiswa menjadi seorang sarjana.

Mengenang Pertemuan Aktivis Gerakan Mahasiswa Era 1990-an (Part 2)

Mengenang Pertemuan Aktivis Gerakan Mahasiswa Era 1990-an (Part 2)

Tulisan ini merupakan sambungan dari kelanjutan tulisan saya sebelumnya berjudul Mengenang Pertemuan Aktivis Gerakan Mahasiswa Era 1990-an (Part 1).

FKMY Setahun Berkibar Setahun Bubar

FKMY Setahun Berkibar Setahun Bubar

Maksud dari tulisan saya ini hanya sekedar berbagi nostalgia perjuangan dari kesaksian saya untuk mengenang lembaran peristiwa sejarah 26 tahun yang silam betapa proses perjuangan dari para aktivis Gerakan Mahasiswa era 1990-an, khususnya aktivis Gerakan Mahasiswa di lingkup lingkungan internal Forum Komunikasi Mahasiswa Yogyakarta (FKMY) banyak mengalami terjal rintangan, penuh tantangan resiko dan intrik di antara sesama kawan-kawannya sendiri yang kemudian memang harus diambil dalam sebuah pilihan.

Diskusi Perdanaku Membongkar Corat-Marutnya Hukum Di Indonesia

Diskusi Perdanaku Membongkar Corat-Marutnya Hukum Di Indonesia

30 Oktober 1989Senin, pukul 08.45 WIB saya ditunjuk sebagai panelis untuk menyampaikan makalah saya setebal 10 halaman dengan judul Menguak Wajah Asli Negara Indonesia Sebagai Negara Kekuasaan Bukan Negara Hukum dalam Diskusi Internal bertemakan Menelusuri Problema Hukum Di Indonesia  yang diselenggarakan oleh Badan Perwakilan Mahasiswa dan Senat Mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Janabadra Yogyakarta.

Menolak Li Peng Sebagai Wujud Solidaritas Tiananmen Berdarah

Menolak Li Peng Sebagai Wujud Solidaritas Tiananmen Berdarah

Mengenang lembaran peristiwa sejarah 26 tahun yang silam betapa proses perjuangan dari para aktivis Gerakan Mahasiswa era 1990-an banyak mengalami terjal rintangan, penuh tantangan dan resiko yang harus diambil sebagai pilihan demi  untuk sebuah masa depan negeri yang lebih bermartabat, beradab dan demokratis sesuai amanat dari cita-cita Proklamasi Kemerdekaan.

Intrograsi Dan Intimidasi Berakhir Di Bethesda

Intrograsi Dan Intimidasi Berakhir Di Bethesda

Mengenang lembaran peristiwa sejarah 26 tahun yang silam betapa proses perjuangan dari para aktivis Gerakan Mahasiswa era 1990-an banyak mengalami terjal rintangan, penuh tantangan dan resiko yang harus diambil sebagai pilihan demi  untuk sebuah masa depan negeri yang lebih bermartabat, beradab dan demokratis sesuai amanat dari cita-cita Proklamasi Kemerdekaan. 

Menolak Pembredelan Pers Berujung Patah Tulang Bahu Tangan Kiriku

Menolak Pembredelan Pers Berujung Patah Tulang Bahu Tangan Kiriku

Maksud dari tulisan saya ini hanya sekedar berbagi nostalgia perjuangan dari kesaksian saya terhadap insiden kekerasan aparat kepolisian terhadap Gerakan Mahasiswa yang memprotes pembredelan pers nasional (Tempo, Editor dan Detik) di  Boulevard UGM, Yogyakarta yang terjadi pada tanggal 27 Juni 1994. 

Menguak Wajah Orde Baru Melalui Karikatur

 

Menguak Wajah Orde Baru Melalui Karikatur

Dua puluh dua tahun silam ketika kebebasan ekspresi masih terlampau sangat mahal di negeri ini seorang kawan saya dari institut senirupa Jogjakarta bernama: Sapto Raharjo yang acap dipanggil Athonk mencurahkan ekspresinya melalui tintanya.

Ziarah Mengenang Andi Munajat

 

Ziarah Mengenang Andi Munajat

Jangan tanyakan nama Andi Munajat kepada para mahasiswa angkatan 1980-an Fakultas Filsafat Universitas Gajah Mada sebab sudah pasti mereka akan mengenalnya. Tapi tanyakan juga nama Andi Munajat kepada kawan-kawan yang pernah bergelut sebagai aktivis mahasiswa di tahun-tahun 1990-an, tidak perduli apakah mereka bergelut sebagai aktivis diskusi, pers dan demonstran, atau sekaligus merangkap ketiganya, pasti mereka juga akan mengenal sosok seorang aktivis bernama Andi Munajat.

Perlawanan Anti PLTN Lewat Komik Dan Kaos Oblong

Perlawanan Anti PLTN Lewat Komik Dan Kaos Oblong

Banyak aksi perlawanan untuk menolak rencana pembangunan proyek Pembangunan Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) di Indonesia, salah satunya lewat aksi penyadaran yang diekspresikan melalui penyebaran komik secara gratis kepada masyarakat setempat. Ide ini kemudian saya bicarakan kepada kawan-kawan saya yang memiliki kemampuan untuk menggambar dalam komik bernarasi dan desain kaos oblong.

Dapatkan pemberitahuan setiap ada artikel terbaru