November 20, 2017

Jika Keberingasan Mengalahkan Kesantunan

Jika Keberingasan Mengalahkan KesantunanApa yang terjadi jika masyarakat berubah wataknya menjadi temperamen militeristik dalam menangani setiap persoalan, seolah-olah yang namanya hakim tidak hanya otoritas pengadilan tapi setiap orang bisa menjadi hakim?

Apa yang terjadi jika atas nama masyarakat bisa melakukan vandalis perkusi kepada siapa saja yang masuk kriteria dicurigai salah dan benar urusan belakang terpenting amuk adalah jalan keluar?

Apa ada yang salah pada sistemik masyarakatku sekarang wajah yang santun rupawan berubah menjadi barbarian seolah-olah hukum tertidur lelap terbuai mimpi di padang rimba keberingasan adalah panutan akhir?

Apa ada yang salah pada sistemik warna langit peradaban masyarakat Indonesia konon santun dan beragama kini berangsur-angur menjadi mitos sebab fenomenal yang terjadi amuk persekusi adalah panglima pilihan?

Belum redam keprihatinan kita terhadap korban amuk perkusi masyarakat anak bangsa, betapa korban dijadikan bulan-bulanan lantas dibakar hidup-hidup.

Sekarang keprihatinan terulang kembali anak bangsa dua sejoli ditelanjangi rame-rame diarak bugil di ruang publik.

Masihkah kita lantang berkata betapa kondisi masyarakat kita tampaknya terus terang benderang mengalami krisis agama, tapi ironisnya betapa yang terjadi setiap detik agama telah dijadikan panglima sebagai alat jargon kemenangan dalam penyelesaian setiap persoalan politik, ekonomi, hukum dan sosial? Wallahu'Alam Bissawab. 

Penulis: Joe Hoo Gi

Menekuni sebagai pengembang, perancang dan programmer web dan perangkat lunak pada sistem komputer yang saat ini tinggal di Jogjakarta. Sampaikan kritik Anda atas tulisan: Jika Keberingasan Mengalahkan Kesantunan melalui kolom komentar yang tersedia.


Buka Komentar Anda Disini

0 komentar:

Posting Komentar

Joe Hoo Gi