Kembali Ke Atas
Loading...
Temukan saya di:

Negara Tidak Boleh Kalah Kepada Vandalisme




Ketika saya dihadapkan 
pada berita insiden pembakaran 
terhadap tujuh Sekolah Dasar Negeri 
dan satu SMK di Palangkaraya, Kalimantan Tengah 
(klik di sini untuk membaca beritanya), 
maka yang terlintas dalam otak 
tiada lain turut merasakan 
keprihatinan teramat dalam, 
terlepas dari apapun 
yang melatarbelakanginya, 
tindakan vandalis barbarian 
wajib tidak mendapatkan ruang pembiaran, 
kecuali Negara 
wajib memberikan sanksi hukum 
untuk menindaklanjuti.

Jika Saya Mengikuti Methode Berpikir Andi Arief


Andi Arief dalam cuitannya di Twitter @andiarief__12 September 2017 menuliskan, "Kalau hanya satu dua orang menghina Presiden mungkin perlu sikap tegas, tapi kalau sudah massal harusnya Presiden intropeksi."

Habib Rizieq Dan Equality Before The Law



Equality before the law 
adalah prinsip negara hukum
agar Hukum dapat berkeadilan 
bahwa di depan hukum negara
semua anak bangsa 
tanpa terkecuali 
adalah sama.

Imajiner Bersama Aung San Suu Kyi


Joe Hoo Gi:
Dulu saya salah satu dari sekian juta pengagum Bunda ketika Bunda hadir sebagai social activist National League for Democracy (NLD)Masih selalu teringat dalam pikiran saya, betapa selama 15 tahun dalam pengasingan tahanan rumah, Bunda masih dapat memobilisasi massa dan menggelorakan semangat perjuangan pantang menyerah demi Pembebasan tegaknya Demokrasi dari kekuasaan rezim junta militer MyanmarSupport semangat Bunda kepada sistem demokrasi sikap perlawanan Bunda kepada rezim junta militer inilah yang telah banyak memberikan aspirasi perjuangan kami para aktivis Indonesia saat itu untuk dapat terbebas dari rezim militer Orde Baru. Perlu Bunda ketahui saja betapa sebagian dari buku yang Bunda tulis, salah satunya berjudul: The Voice of Hope: Conversations with Alan Clements yang terbit di tahun 2008 telah melengkapi kesempurnaan Bunda sebagai icon heroisme pembebasan terhadap rakyat tertindas oleh sistemik rezim otoriter. Tapi dengan perkembangan waktu setelah Myanmar mengalami proses transisi reformasi, terlebih setelah Bunda duduk di kabinet pemerintahan sebagai Konselor Negara, belakangan yang saya dengar, lihat dan baca dari berita kalau Bunda tidak dapat merawat kemanusiaan dan kebhinnekaan. Bunda telah melakukan pembiaran terhadap penindasan pada kaum sipil Rohingya.

Ada Apa Dengan Logika Berpikirmu Najib Tun Razak?



Ada apa dengan logika 
berpikirmu Najib Tun Razak 
jika kondisi krisis kemanusiaan 
yang terjadi di Rohingya Myanmar 
tapi yang kau persalahkan 
justru Presiden Jokowi 
atas nama pemerintah Indonesia? 
Di mana korelasinya yang mendesak 
antara Indonesia dan Myanmar 
sehingga anda berkesimpulan seperti itu?

Mengkritisi Rohingya Secara Cerdas


Mari kita lebih cerdas, adil, netral dan proporsional dalam membahas akurasi yang berkaitan dengan insiden krisis kemanusiaan yang menimpa kaum sipil muslim Rohingya di Negara Myanmar. Memang sudah selayaknya kita support kepedulian aksi kemanusiaan kita kepada kaum sipil muslim Rohingya yang menjadi korban konflik separatis antara milisi Rohingya versus Rezim Myanmar. Tapi apakah kita sudah mencoba menggali akar persoalan krusial yang menjadi biang kerok dari insiden krisis kemanusiaan yang menimpa para korban kaum sipil muslim Rohingya?

Siapapun Sultannya Jogjakarta Tetap Istimewa



Betapa sejak tahun 2011 pernyataan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY)  yang saat itu masih menjabat sebagai Presiden perihal keistimewaan Jogjakarta yang diangapnya sebagai sistem monarki yang bertabrakan dengan sistem demokrasi dan Konstitusi Negara sehingga menjadi polemik bumerang kegaduhan di tengah masyarakat merupakan awal tumbuhnya sikap kecemasan saya menyangkut masa depan Jogjakarta.
loading...
loading...

 

Ketik dan Tekan Enter