>

Merajut Kebangsaan Bersama Aliansi Bela Garuda


Meskipun Pancasila sebagai Azas Negara sudah berusia 72 tahun dan sudah menjadi Konsensus Nasional sebagai falsafah hidup berbangsa dan bernegara, tapi kenyataan yang terjadi hingga sampai hari ini ketika usia Reformasi berusia 19 tahun mendadak ada keinginan masif dari sebagian anak bangsa sendiri yang telah mengalami distorsi dan krisis kebangsaan yang lambat-laun jika perjuangan wacana mereka terus-menerus menggerus dalam pembiaran maka cepat atau lambat pasti akan menggurita sehingga dirasakan sangat mengancam Indonesia sebagai Negara Kesatuan yang multikultural.

Ahok To Be Continueted



Awalnya saya tidak tahu ketokohan anak bangsa bernama Ahok. Tapi bergulirnya waktu demi waktu dari mengalirnya peristiwa demi peristiwa namanya mulai terus semakin membesar membumbung tinggi-tinggi sekali tidak hanya untuk warga Jakarta, tidak hanya untuk masyarakat Indonesia, tapi kepopularannya terus menggerus di mata masyarakat internasional dari mulai negara-negara adikuasa hingga menerobos ke segala penjuru negara-negara berkembang.

Jika Kebangsaan Harus Dirajut



Jika kesendirianmu terbalut oleh kesunyian, maka doa adalah jalan keluarmu. Bertanya Indonesia masa kini. Menjawab Indonesia masa depan adalah beban teramat berat sarat kamu pikul.

Inilah Silsilah Keluarga Kawanku Orang Indonesia



Inilah keluarga dari kawanku. Ayahnya peranakan Tionghoa dan Jawa. Ibunya peranakan pribumi Dayak. Kakek dari ayahnya peranakan Jawa dan Batak. Kakek dari ibunya peranakan Dayak dan Tionghoa. Nenek dari ayahnya peranakan Tionghoa dan Minahasa. Nenek dari ibunya peranakan Banjar dan Dayak.

Siapa yang Benar Dan Siapa yang Salah?



Warna kebangsaan Indonesia pada hari ini saling menghujat menebar fitnah. Saling mencurigai menabur kebencian kini telah menjadi trend para anak bangsa sendiri.