JOEHOOGI.COM - Sejak kewilayahan internet berjamur media sosial dan terbukti media sosial menjadi trend pilihan gaul kehidupan anak bangsa Indonesia tanpa memandang strata pendidikan, usia dan pekerjaan, maka saya sudah banyak memberi pesan kepada sebagian dari anak bangsa kita yang ingin mendapatkan nilai tambah kepopularitasnya, atau mengharap pesan-pesannya dapat didengar dan menggalang pengikut dengan memanfaatkan ikatan emosional, atau ingin menambah banyak pertemanan tanpa batas agar segera memanfaatkan media sosial sebagai salah satu target alternatif jalan keluar.
Tentunya bagi para calon yang kesuksesannya ditentukan oleh keterlibatan suara masyarakat dalam pemilihan umum, seperti calon legislatif, calon Kepala Daerah dan calon Presiden, maka berkampanye sejak dini melalui efektifitas media sosial dapat segera diperkenalkan dan dipublikasikan ke khalayak.
Dari media sosial inilah khayalak dapat langsung berkenalan dan menemukan profil calon pilihannya. Apa lagi jika calon pilihannya sedang online, maka tentunya jalur chatting dan video call dapat langsung dimanfaatkan.
Saya punya dua kawan yang sama-sama tampil sebagai calon legislatif. Kawan saya yang pertama tampil berkampanye di media sosial sudah ada satu tahun. Kemudian dua bulan sebelum Pemilu Calon Legislatif digelar, kawan saya yang kedua buru-buru ingin berkampanye lewat media sosial.
Idealnya, apalagi jika semua akun media sosial dimanfaatkan semua. Tidak hanya sampai pada media sosial, sangat lebih ideal dan efektif jika sang pengguna memiliki website atau blog sendiri, maka lengkaplah sudah upaya 'pencitraan' yang dilakukan.
Sudah saatnya jalur media sosial dapat dioptimalkan sebagai kampanye secara dini ketimbang melalui jalur kampanye model konvensional yang memakan cost yang sangat mahal.
Akhirulkalam, inilah pesan yang saya sampaikan sebagai panelis dihadapan para caleg PKPI dalam acara Rakoor Pembekalan Caleg Dapil Jawa Tengah di Kota Salatiga, 20 Desember 2013.