Kembali Ke Atas
Loading...
Temukan saya di:

Menolak Lupa Wiji Thukul Di Pilpres 2019


Saya tidak peduli siapa yang telah melenyapkan kehidupan Wiji Thukul. Sebab apalah artinya makna kepedulianku, kepedulian keluarga dan kepedulian kawan-kawannya jika terbukti selama 20 tahun mereka yang berjuang untuk mengungkap tabir peristiwa kejahatan kemanusiaan ini selalu saja kandas sia-sia tiada berbekas di ujung kesabaran tanpa batas.

Teken Menolak Equality Before of Law Jika Terpilih Menjadi Presiden



Jauh sebelum diputusnya Ijtima Ulama II memberikan dukungan kepada bakal calon presiden Prabowo Subianto dan bakal calon wakil presiden Sandiaga Salahuddin Uno, maka saya jauh-jauh hari sudah dapat begitu mudah memprediksinya. Alasan saya simple saja, jauh awal mereka yang tergabung dalam Ijtima Ulama adalah orang-orang yang track records mereka berada di kubu barisan Gerakan Nasional Pengawal Fatwa Ulama (GNPF-Ulama) yang notabene berada di kubu yang selalu mengorek-orek hingga sampai mengais-ngais mencari kesalahan Jokowi sebagai Presiden, jadi tidak mungkin Ijtima Ulama akan menjatuhkan pilihan kepada Jokowi, meskipun bakal cawapres dari Jokowi adalah Amin Ma'ruf yang notabene a big ulama figure.

Mengais Bak Sampah Mencari Kesalahan Jokowi



Hanya demi menuruti kemauan ambisi kekuasaan Asalkan Bukan Jokowi, para oposan ikhlaskan aneka pemicu kegaduhan yang acap ditabuh-tabuhkan seperti genderang mau berperang hingga sampai nilai-nilai kebangsaan harus lari terbirit-birit dan kadang meneng-meneng sambil terkencing-kencing di celana lantas sesama para anak bangsa tahu-tahu terbelah menjadi dua sisi kutub fauna,  Kecebong dan Kampret. Lagi-lagi makhluk hidup made in Allah Subhanahu wa Ta'ala tanpa sebab dan akibat yang jelas mendadak menjadi makhluk yang terhinakan oleh mereka yang konon mengaku pembela Allah Subhanahu wa Ta'alaSejak awal saya menolak memakai idiom sebutan Kecebong dan Kampret. Mendingan saya mengganti idiom sebutan Kecebong dengan idiom sebutan Pro Jokowi. Sedangkan untuk mengganti idiom sebutan Kampret dengan idiom sebutan Kontra Jokowi.

Aku Tidak Setuju Tagarmu Tapi Kamu Tetap Kawanku



Tidak sedikit dari kawan-kawan saya bertanya kepada saya perihal sikap saya dalam menghadapi fenomenal Tagar 2019 Ganti Presiden. Saya beritahu kepada mereka kalau saja mereka mau mengikuti tulisan-tulisan di blog saya, maka saya yakin mereka tidak akan bertanya lagi perihal sikap saya menghadapi Tagar 2019 Ganti Presiden kepada saya.
loading...
loading...

 

Ketik dan Tekan Enter