
Hanya demi kemauan ambisi para Jokowiphobia: Asal Bukan Jokowi, mereka kibarkan Tagar 2019 Ganti Presiden. Makna Ganti Presiden memiliki denotasi multi tafsir yang bisa diartikan ganti sistem Republik
JOEHOOGI.COM - Hanya demi menuruti kemauan ambisi para Jokowiphobia: Asalkan Bukan Jokowi, para Jokowiphobia ikhlaskan aneka pemicu kegaduhan yang acap ditabuh-tabuhkan seperti genderang mau berperang hingga sampai nilai-nilai kebangsaan harus lari terbirit-birit dan sambil terkencing-kencing di celana lantas sesama para anak bangsa tahu-tahu terbelah menjadi dua sisi kutub fauna, Kecebong dan Kampret.
Hanya demi menuruti kemauan ambisi para Jokowiphobia: Asalkan Bukan Jokowi, sesumbar kegaduhan telah silih berganti dimainkan para Jokowiphobia sesuai kehendak selera tema berita yang dapat untuk dipergaduhkan.
Berbagai methode kebringasan para Jokowiphobia selalu menempatkan dari peristiwa biasa diplintar-plintir menjadi peristiwa lebay luar, jika perlu menjadi kegaduhan nasional sebagai target harapan para Jokowiphobia.
Hanya demi menuruti kemauan ambisi para Jokowiphobia: Asalkan Bukan Jokowi, para Jokowiphobia tiada pernah bosannya bermain memantik api kegaduhan demi kegaduhan hingga kuping menjadi pekak kopokan akibat para Jokowiphobia mempertaruhkan takbir Allahu Akbar.
Para Jokowiphobia ngutruk tidak karuan sembari terus tebarkan pisuhan di sana-sini tapi cangkem para Jokowiphobia masih tega mengumbar takbir dengan alasan dakwah. Tapi ketika Rule of Law bertindak sesuai protap yang menjadi tugasnya, mendadak para Jokowiphobia bengak-bengok ke ummah kalau Rule of Law telah melakukan tindakan kriminalisasi.
Hanya demi menuruti kemauan ambisi para Jokowiphobia: Asalkan Bukan Jokowi, para Jokowiphobia kibarkan Tagar 2019 Ganti Presiden. Terasa aneh, mengapa bukan Tagar 2019 Ganti Jokowi? Bukankah makna Ganti Presiden memiliki denotasi multi tafsir yang bisa diartikan Ganti sistem Republik?).
Hanya demi menuruti kemauan ambisi para Jokowiphobia: Asalkan Bukan Jokowi, para Jokowiphobia kibarkan Tagar 2019 Ganti Presiden. Terasa aneh, mengapa bukan Tagar 2019 Ganti Jokowi? Bukankah makna Ganti Presiden memiliki denotasi multi tafsir yang bisa diartikan Ganti sistem Republik?).
Para Jokowiphobia terapkan standard ganda, di satu sisi melabrak habis-habisan demokrasi sebagai thogut, tapi di sisi lain para Jokowiphobia tebarkan aksi penolakan Perppu dengan bersembunyi di balik ketiak demokrasi bernama kebebasan berpendapat dan berekspresi yang konon dulu para Jokowiphobia anggap sebagai thogut.
Para Jokowiphobia tebarkan hasutan kebencian dan fitnah kepada Negara karena membubarkan HTI.. Padahal realitasnya sampai hari ini semua negara Islam tanpa terkecuali telah menolak Hizbut Tahrir dengan konsep khilafahnya.
Hanya demi menuruti kemauan ambisi Jokowiphobia: Asalkan Bukan Jokowi, para Jokowiphobia menyebarkan fitnah dan ranjau hoax di sana-sini dengan harapan agar rakyat turut membenci Kepala Negaranya sendiri.
Hanya demi menuruti kemauan ambisi Jokowiphobia: Asalkan Bukan Jokowi, para Jokowiphobia menyebarkan fitnah dan ranjau hoax di sana-sini dengan harapan agar rakyat turut membenci Kepala Negaranya sendiri.
Jebakan fitnah dan ranjau hoax para Jokowiphobia ternyata mudah ditebak oleh rakyat terbukti Jokowi masih tebar pesona dicintai oleh rakyatnya di sana-sini. Terbukti jajak pendapat yang terus digalakkan oleh lembaga-lembaga survey berulangkali menunjukkan betapa prosentase suara untuk Jokowi tetap saja berada di urutan atas.
Hanya demi menuruti kemauan ambisi para Jokowiphobia: Asalkan Bukan Jokowi, para Jokowiphobia seharusnya sadar betapa teror issue-issue murahan seperti issue Asing dan Aseng, Kriminalisasi Ulama, keturunan PKI sampai issue Tagar 2019 Ganti Presiden ternyata tidak bisa menjadi opsi mujarab para Jokowiphobia untuk melengserkan Jokowi.
Hanya demi menuruti kemauan ambisi para Jokowiphobia: Asalkan Bukan Jokowi, para Jokowiphobia seharusnya sadar betapa teror issue-issue murahan seperti issue Asing dan Aseng, Kriminalisasi Ulama, keturunan PKI sampai issue Tagar 2019 Ganti Presiden ternyata tidak bisa menjadi opsi mujarab para Jokowiphobia untuk melengserkan Jokowi.
Suka tidak suka kita harus sportif betapa Jokowi terpilih secara konstitusional melalui Pemilihan Umum dengan melibatkan langsung suara mayoritas rakyat yang memilihnya. Apalagi vox populi vox dei, suara rakyat adalah suara Tuhan.
Hanya demi menuruti kemauan ambisi para Jokowiphobia Asalkan Bukan Jokowi, para Jokowiphobia tiada pernah jemu-jemunya memainkan teror fitnah murahan dengan menyulut sumbu kemarahan aksi mahasiswa agar dapat melenceng menurunkan Jokowi.
Hanya demi menuruti kemauan ambisi para Jokowiphobia Asalkan Bukan Jokowi, para Jokowiphobia tiada pernah jemu-jemunya memainkan teror fitnah murahan dengan menyulut sumbu kemarahan aksi mahasiswa agar dapat melenceng menurunkan Jokowi.
Issue melemahnya Rupiah atas Dollar telah dimasak dengan aneka bumbu penyedap rasa menjadi adonan yang mujarab dengan harapan dapat melengserkan Jokowi di tengah jalan sebab dengan issue menguatnya dollar terhadap rupiah dapat dijadikan studi kasus seperti Krismon 1998 yang dapat melengserkan Suharto.
Dalil gotak gatik gatuk para Jokowiphobia selalu berpikir kalau Suharto bisa rontok seperti bunga Flamboyan, mengapa sekelas Jokowi tidak bisa dimakzulkan? Aneh, dollar yang merangkak besit 600% dari Rupiah di era Krismon 1998 lantas bisa-bisanya para oposan samakan dengan kondisi dollar sekarang yang hanya merangkak 16%?
Bagaimana para Jokowiphobia bisa menyamakan Suharto yang berkuasa 32 tahun yang dipilih melalui ketetapan MPR tanpa melibatkan vox populi vox dei justru oleh para Jokowiphobia disamakan dengan Jokowi yang terbukti melibatkan vox populi vox dei?
Suharto selama karir aji mumpung kekuasaannya membangun ratusan jaringan perusahaan kerajaan bisnis monopoli anak-anaknya, sedangkan Jokowi tidak melibatkan anak-anaknya kecuali anak-anaknya berswasembada merogoh kocek sendiri untuk jualan martabak dan kue pisang goreng.
Hanya demi menuruti kemauan ambisi Jokowiphobia: Asalkan Bukan Jokowi, pada akhirnya membuat saya capek untuk membahasnya lagi sebab sampai Tahun Kuda tidak akan pernah ada habisnya selalu mengorek-orek mencari kesalahan Jokowi siapa tahu para Jokowiphobia bisa menemukan kesalahan Jokowi.
Hanya demi menuruti kemauan ambisi Jokowiphobia: Asalkan Bukan Jokowi, pada akhirnya membuat saya capek untuk membahasnya lagi sebab sampai Tahun Kuda tidak akan pernah ada habisnya selalu mengorek-orek mencari kesalahan Jokowi siapa tahu para Jokowiphobia bisa menemukan kesalahan Jokowi.
Kalau memang Jokowi dirasa kebak kesalahan oleh para Jokowiphobia, maka tak usah kawatir sebab pasti rakyat mayoritas tidak akan memilihnya kembali. Terpilih atau tidaknya Jokowi nanti dapat dibuktikan nanti melalui pertarungan secara fair dalam kancah media konstitusi Pemilu yang sehat. Kalah atau menangnya Jokowi wajib legowo dan sportif. Jadi stop tak perlu lagi para Jokowiphobia mengorek-orek selalu mencari kesalahan Jokowi. Wallahu a'lam bish-shawabi.
