Loading...

Spekulasi Jawaban Di Seputar SP3 Kasus Chat Porno HRS


Mendadak publik dikejutkan dengan penampilan video berdurasi 8 menit 55 detik dari pernyataan Habib Rizieq Shihab (HRS) yang diberi judul SP3 Chat Fitnah Di Hari Raya Penuh Fitrah melalui account channel TV Front di YouTube yang dipublikasikan pada tanggal 14 Juni 2018. Klik di sini untuk menontonnya kembali. Substansi pesan yang ada dalam video ini intinya ucapan terimakasih dari HRS terhadap diterbitkannya Surat Penghentian Penyidikan Perkara (SP3) atas kasus hukum chat porno yang menjeratnya sebagai tersangka. Hanya saja video berdurasi 8 menit 55 detik ini, menurut saya ada kejanggalan sebab tidak ada upaya dari HRS untuk menunjukkan secarik kertas yang diklaimnya sebagai bukti SP3 yang konon dijamin keasliannya itu secara screenshot kepada publik.

Melebarkan Pintu Maaf Sesama Anak Bangsa



Kepada kawan-kawanku 
Blogger, Instagrammer, Facebooker, 
Twitterati, Telegrammer, 
WhatsApper, YouTuber
Dalam krisis kebangsaan 
yang sama-sama kita rasakan 
beberapa bulan belakangan ini 
hingga anak-anak bangsa 
saling berlomba 
menebar kebencian 
dan berujung nyaris 
melupakan warna bendera sendiri. 
Sementara Ibu Pertiwi 
telah diibutirikan 
di negeri sendiri.

Kekacauan Tata Bahasa Tagar 2019 Ganti Presiden




Terhadap maraknya Tagar 2019 Ganti Presiden yang bergulir ke tengah masyarakat akhir-akhir ini, saya anggap sebagai kekacauan tata bahasa jika tidak mau disebut sebagai tindak pengingkaran terhadap Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) sebab memiliki kandungan multi tafsir yang bisa dibelokkan pengertiannya sebagai wujud pengingkaran terhadap Undang-Undang Dasar 1945 sebab makna Ganti Presiden dapat berkonotasi tafsir sebagai niat untuk mengganti Kepala Kekuasaan Pemerintahan di luar Presiden atau di luar Republik sebagaimana yang sudah diatur dalam Pasal 1 UUD 1945 bahwa, Negara Indonesia ialah Negara Kesatuan yang berbentuk Republik. Selanjutnya dalam Pasal 4 UUD 1945 tertulis bahwa, Presiden Republik Indonesia memegang kekuasaan pemerintahan menurut Undang-Undang Dasar.

Apakah Kita Akan Menjemput Kiamat Bersama?



Janganlah membangunkan macan yang tertidur lelap. Pasalnya jika membangunkan macan yang sedang tidur, maka macan yang bangun dari tidurnya akan bereaksi dengan agresif. Macan yang saya maksud di sini tiada lain adalah ormas Islam tertua dan terbesar kita bernama Nahdatul Ulama (NU). Sejarah telah menunjukkan kepada kita betapa NU adalah ormas Islam tertua dan terbesar di antara semua ormas Islam yang ada di Indonesia. Sejarah banyak menulis peranan perjuangan NU dalam membangkitkan gairah pemikiran dan dinamika sosial kepada umat Islam di Indonesia, terutama peranan dakwahnya yang lebih memperhatikan rasa persaudaraan yang berpijak pada semangat ukhuwah dalam perbedaan.

Koreksi Kepada Fahri Hamzah: Jadilah Oposan Melek Berita, Bukan Oposan Gebyah Uyah


Kalau saja seandainya yang terjadi adalah aparat kepolisian atas nama Kekuasaan Negara memasuki area kampus kemudian melakukan intervensi berupa security approach terhadap para aktivis mahasiswa yang kritis sedang melakukan aksi mimbar bebas atau ajang perdebatan dalam kancah diskusi, maka saya sebagai orang yang pernah dibesarkan sebagai aktivis mahasiswa di era kekuasaan otoriter Orde Baru  tentunya sependapat dengan protes yang disampaikan Fahri Hamzah  perihal aparat kepolisian Tim Densus 88 anti Teror memasuki penggeledahan dan penangkapan kepada aktivis mahasiswa di  Universitas Negeri Riau.

Hari Lahir Pancasila Sebagai Bekal Mewujudkan Ukhuwah Wathaniyah


Sejak teks Proklamasi dibacakan oleh Presiden Sukarno hingga sampai sekarang ini 72 tahun Indonesia Merdeka, baru dua kali ini Hari Kelahiran Pancasila 1 Juni 1945 dihormati secara resmi oleh Negara dan sebagai Hari Libur Nasional berdasarkan Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 24 Tahun 2016 Tentang Hari Lahir Pancasila. Ini artinya, pada masa Presiden Sukarno, 32 tahun pemerintahan rezim  Orde Baru hingga masa Reformasi pemerintahan Presiden BJ HabibiePresiden Abdurrahman Wahid, Presiden Megawati Soekarnoputri hingga sampai dua periode pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, hanya pada masa pemerintahan Presiden Joko Widodo, Hari Lahir Pancasila dirayakan secara resmi oleh atas nama Negara.


 

Ketik dan Tekan Enter