Kembali Ke Atas
Loading...
Temukan saya di:

Selamat Jalan Solikhin: Di Puncak Sakitmu, Di Akhir Senyummu



Solikhin? Konon dia kawan terbaikku. Satu mahasiswa  Fakultas Hukumtercatat  sebagai angkatan kawak-kawak di Universitas Janabadra JogjakartaMasih terlintas dipikiranku ketika kami sama-sama pernah berkecimpung di Teather  Ujanta. Dia diberi peran sebagai waria. Entah alasan apa yang terlintas di benak sang sutradara sehingga  harus memilih figur Solikhin sebagai waria?

Solikhin? Konon dia pernah satu in de kost dengan saya ketika kami memilih perkampungan Badran  sebagai alasan pilihan tinggal sementara kami yang paling dekat dengan jarak kampus, meskipun perkampungan Badran dikenal oleh warga masyarakat Jogjakarta sebagai perkampungan underground tempat mangkalnya warga miskin kota.

Solikhin? Konon dia kawan terbaikku yang saban malam sering mengajakku  bermain billyard alias bola sodok dan nonton bioskop bareng di Arjuna Plaza Jogjakarta. Arjuna Plaza? Ya, sebuah plaza yang terbilang underground yang sekarang sudah 15 tahun Arjuna Plaza dibiarkan angker tanpa penghuni lagi.

Solikhin? Konon ketika kami masih bergelut buku sebagai mahasiswa, hampir saban malam meluangkan waktu semalam suntuk untuk berdiskusi. kami membahas berbagai issue apa saja,  tapi paling sering tentang Indonesia dalam cengkraman Orde Baru. Kalau sudah asyik larut dalam perdebatan, biasanya tidak terasa sudah bergelas-gelas kopi turut menemani perdebatan kami berdua. 

Solikhin? Konon tanpa terasa kami sudah terpisah setelah diwisuda. Sudah 23 tahun kami terpisah oleh kesibukan masing-masing. Meskipun demikian kami tetap berkawan baik melalui sarana sosial media  FacebookHubungan kami tetap terkendali dan terukur, meskipun  pertemanan kami hanya cukup diselesaikan melalu chatting di sosial media.

Solikhin? Konon dalam acara jumpa Reuni Ikabadra 7 Oktober 2017  kemarin dia datang. Hanya saja saya waktu acara Reuni ini tidak menghadirinya. Meskipun demikian kami tetap membangun pertemanan melalui ruang akun  WhatsApp. Masih saya rasakan sampai sekarang 
betapa kesehatannya sudah menurun. Fisiknya tidak segalak dulu lagi 
ketika dia masih aktif di beladiri Kempo. Raut wajahnya tampak sangat lelah tapi dibalik sakitnya 3dia bisa bersembunyi menebarkan senyum pesonanya di sana-sini.

Mendadak hari masih pagi ketika hujan mengguyur Jogja, saya mendapat kabar duka bahwa kawan terbaikku yang acap dipanggil Solikhin  alias Lie Hien You telah  dipanggil Tuhan sesuai jadwal takdirNya yang tak bisa ditunda lagi. Ya, Solikhin telah meninggalkan kita semua,  tanpa terkecuali, termasuk kepada anak dan istrinya.  Selamat jalan Solikhin. Betapa dalam airmataku ada doa menyertai kepulanganmu untuk selamanya.

Salam,
Joe Hoo Gi





Mau komentar? Klik di sini!
loading...
loading...

 

Ketik dan Tekan Enter