Berminat dalam pemrograman web, perangkat lunak pada sistem komputer, manajer media sosial dan Blogger yang saat ini tinggal di Jogjakarta, Indonesia.



Dari Gie Sampai Ahok

Tak terasa sudah empat puluh tujuh tahun usia pusara kepulangan Gie kepadaNya tapi cita-citamu sampai kini masih aku rasakan sebagai wacana tidak berbalas, mimpi buruk tidak berbatas dan harapan kosong tidak berbelas.

Dominasi mayoritas di tengah kemajemukan bangsaku masih menjadi tirani primordial  betapa hidup dalam multi minoritas adalah kenyataan untuk mudah ditindas adalah ketakutan dan kecemasan Indonesia tempo dulu dan sekarang. 

Andai takdir masih berpihak ke nafasmu masihkah kau lantangkan meriam tinta penamu di tengah kokohnya beton tirani rasial sementara peradaban diskriminasi sudah berurat berakar berabad-abad membentuk pola hidup kebencian dalam stereotip kebangsaan? 

Betapa kemuliaan idealisme perjuanganmu selalu berakhir di ujung gelisah tanpa jawab tapi sosok kesendirianmu bukan pertama sebagaimana Martin Luther King JR juga tidak kuasa mewujudkan cita-citanya mengolah harapan Amerika multi etnik menjadi kenyataan?


Baca Juga :



Load Comments

 

Ketik dan Tekan Enter