>

Menguak Kasus Skandal Pembelian Tanah Kampus Terpadu



Maksud dari tulisan saya ini, Perjuangan Menguak Kasus Skandal Pembelian Tanah Kampus Terpadu, hanya sekedar berbagi nostalgia perjuangan dari kesaksian saya untuk mengenang kembali lembaran peristiwa sejarah 22 tahun yang silam betapa proses perjuangan dari para aktivis Gerakan Mahasiswa era 1990-an, khususnya yang terjadi pada permasalahan internal di Universitas Janabadra yang menyangkut skandal pembelian tanah kampus terpadu Universitas Janabadra di desa Trihanggo, Kecamatan Gamping, Kabupaten Sleman, propinsi Daerah Istimewa Yogyakarta banyak mengalami terjal rintangan, penuh tantangan dan resiko yang harus diambil sebagai pilihan demi untuk sebuah masa depan pendidikan yang lebih bermartabat, beradab dan transparan sesuai amanat dari cita-cita ketika Perguruan Tinggi Swasta ini didirikan. Semua tulisan ini merupakan copy paste dari catatan harian saya. Semoga tulisan ini bermanfaat untuk kita semua.

Jika Pelangi Dipisahkan Dari Warna-Warninya



Sampai berapa lama saya harus membentangkan kesabaran menunggu tanpa batas waktu mengharap kepedulian negara untuk memberikan perlindungan kepada anak bangsanya sendiri agar tidak selalu tertindas dan ditindas dalam keyakinan?

Perbedaan Keyakinan Menjadi Tertindas Di Negeri Sendiri



Semakin bingung saja negeri ini. Pejabat bingung rakyat pun bingung. Pembakaran hutan di sana-sini. Kekayaan tambang emas diprioritaskan terkuras habis di tengah para anak bangsanya dari tahun ke tahun masih saja berkoteka sebagai bagian budaya. Sementara tidak ada kelanjutan negara untuk mempersoalkan. rakyat pun tidak serta-merta mendampratnya.

Komik Sebagai Media Kampanye Partai Politik



Masyarakat yang tidak berpendidikan, masyarakat yang tidak mengenal bangku sekolahan, masyarakat yang hanya mengenyam pendidikan sampai sekolah dasar dan masyarakat yang buta huruf adalah kondisi real masyarakat Indonesia di tahun 1955, ketika Indonesia Merdeka masih berumur sepuluh tahun.