Rumah Palagan Jogjakarta Selaksa Tinggal Di Bali

Rumah Palagan Jogjakarta Selaksa Tinggal Di Bali

Ketika saya mau mencari atau bertandang ke hotel dari mulai peringkat melati sampai ke peringkat mewah sekalipun selalu yang terkesan secara empirik dari benak saya tiada lain kondisi desain bangunan hotel yang serba futuritik dengan eksterior dan interior yang serba monoton.

Rumah Batu Alam Indonesia: Kembali Seperti Rumah Suku Asli

Sudah tidak asing bagi kita betapa Rumah Batu Alam Indonesia adalah sebuah studio kerajinan tradisonal dari berbagai hasil tangan-tangan trampil rakyat Indonesia. Rumah Batu Alam Indonesia  adalah sebuah mozaik berbagai jenis kerajinan batu dan tanah yang berasal dari seluruh pulau di Indonesia.

Klitih, Intropeksi Dosa Orang Tua dan Solusi Penanganan

 

Klitih, Intropeksi Dosa Orang Tua dan Solusi Penanganan

Lima tahun belakang ini Jogjakarta telah dihadirkan kasus-kasus Klitih. Fenomena baru dari wujud kenakalan remaja anak-anak dari kalangan Sekolah Menengah yang diekspresikan melalui kehidupan gengter. 

Di Manakah Aroma Keistimewaanmu Sekarang, Jogjakarta?

Di Manakah Aroma Keistimewaanmu Sekarang, Jogjakarta?

Sudah 36 tahun saya tinggal di Jogjakarta hingga sampai dengan sekarang. Betapa tidak saya pungkiri selama hidup puluhan tahun di  Jogjakarta, saya selalu disuguhi pergaulan hidup sosial yang serba menghargai berbagai keragaman identitas yang multikultural. 

Yuliono Singsoot Musisi Mbeling Dari Kaki Lima, Kampus Sampai Cafe

Yuliono Singsoot Musisi Mbeling Dari Kaki Lima, Kampus Sampai Cafe

Selintas ketika mengikuti lagu-lagu humorik yang dibawakan oleh Yuliono Singsoot, maka yang terlintas di ingatan saya tiada lain saya menjadi teringat kepada para seniman seniornya yang ketika awal merintis juga dimulai dari lagu-lagu pop akustik bernuansa humorik seperti Iwan Fals dan Tom Slepe (alm).

Garuda Samsara Tampil Melanjutkan Jejak Para Seniornya Kantata Samsara

Garuda Samsara Tampil Melanjutkan Jejak Para Seniornya Kantata Samsara

Ketika awalnya saya menyaksikan grup musik Garuda Samsara, maka pikiran saya langsung melompat ke belakang teringat kepada nama Kantata Samsara, sebuah album studio kedua dari grup musik Kantata Takwa yang dibentuk pada tahun 1990-1998 oleh Setiawan Djody, sang pengusaha kreatif kelas kakap yang sangat concern di ranah kesenian musik beraliran rock pada era Orde Baru.

Mengenal Keistimewaan Jogjakarta Dari Sarkem Sampai Bong Suwung

Mengenal Keistimewaan Jogjakarta Dari Sarkem Sampai Bong Suwung

Tanyakan kepada siapa saja yang pernah singgah lama di wilayah Jogjakarta pasti mengenal dan mengetahui dua tempat bertetanggaan yang berada di pusat jantung kota Jogjakarta, Pasar Kembang (Sarkem) dan Bong Suwung (khusus mengenai nuansa kehidupan di Bong Suwung pernah saya tulis dalam bentuk sajak di blog ini dalam judul Bong Suwung Di Malam Hari dan Badran Di Tengah Malam Hari. Bahkan tidak berlebihan jika saya menyatakan siapa saja yang pernah menjadi mahasiswa in de kost di salah satu Perguruan Tinggi di Jogjakarta pasti tidak merasa asing dengan dua wilayah ini.

Peran Etnis Tionghoa Dalam Sejarah Berdirinya Kesultanan Jogjakarta

 

Peran Etnis Tionghoa Dalam Sejarah Berdirinya Kesultanan Jogjakarta

Banyak stereotip pemahaman subyektif yang beredar di tengah masyarakat Jogjakarta seolah-olah masyarakat minoritas etnis Tionghoa yang tinggal di Daerah Istimewa Jogjakarta tidak memberikan kontribusi perjuangannya untuk melawan pasukan imperialisme Belanda. Padahal sejarah telah menuliskan betapa Sultan Hamengkubuwono I ketika masih menjadi  Pangeran Mangkubumi sudah menjalin kemitraan kebangsaan kepada masyarakat etnik Tionghoa  sebagai kawan berperang  melawan pasukan  Vereenigde Oostindische Compagnie (VOC).

Siapapun Sultannya Jogjakarta Tetap Istimewa

 

Siapapun Sultannya Jogjakarta Tetap Istimewa

Betapa sejak tahun 2011 pernyataan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) yang saat itu masih menjabat sebagai Presiden perihal keistimewaan Jogjakarta yang diangapnya sebagai sistem monarki yang bertabrakan dengan sistem demokrasi dan Konstitusi Negara sehingga menjadi polemik bumerang kegaduhan di tengah masyarakat merupakan awal tumbuhnya sikap kecemasan saya menyangkut masa depan Jogjakarta.

Ada Airmata Papua Di Tanah Jogjakarta

Ada Air Mata Papua Di Tanah Jogja

Saya bukan Papua. tapi saya dan Papua adalah sama-sama sebagai manusia sama-sama sebagai anak bangsa Indonesia. 

Badran Di Tengah Malam Hari

Badran Di Tengah Malam Hari

Oktober 1991 ketika acara peringatan Dies Natalis XXXIII Universitas Janabadra Yogyakarta, saya diberi kesempatan untuk membacakan sajak. Sengaja kupilih sajakku berjudul Badran Di Tengah Malam Hari yang kutulis ketika pertama kali saya tinggal sebagai mahasiswa indekosa di kampung Badran pada tahun 1987.

Bong Suwung Di Malam Hari

Bong Suwung Di Malam Hari 

Bong Suwung namanya perkampungan kumal pinggiran rel kereta api. Potret kawasan kaum miskin kota tengah jantung kota Jogjakarta.

Dapatkan pemberitahuan setiap ada artikel terbaru