Desember 23, 2019

Mengkritisi Benang Kusut Dari Rohingya Sampai Uyghur

Mengkritisi Benang Kusut Dari Rohingya Sampai UyghurAwalnya ada dua benang yang kondisinya masih belum terburai kusut. Benang yang pertama terletak di Asia Tenggara tepatnya di Negara Republik Persatuan Myanmar yang dulu dikenal dengan Negara Burma ada propinsi Arakan alias Rakhine yang ditempati oleh etnis minoritas Rohingya keturunan Indo Arya asal Bangladesh beragama muslim. Sedangkan benang kedua terletak di Asia Timur tepatnya di Negara Republik Rakyat Tiongkok (RRT) ada propinsi Xinjiang yang ditempati oleh etnis minoritas Uyghur keturunan Turkistan asal Turki yang beragama muslim.

September 25, 2019

Meneladani Methode Aksi BEM Unair dan Gejayan Memanggil yang Super Damai

Meneladani Methode Aksi BEM Unair dan Gejayan Memanggil yang Super Damai
Tidak semua aksi protes mahasiswa yang tergabung dalam Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) yang marak terjadi belakangan ini berakhir ricuh dan rusuh sebab masih ada methode aksi perjuangan yang mereka pakai dalam menyampaikan hak pendapat di muka umum telah dilakukan secara etis dengan menjunjung tinggi semangat anti kekerasan (non-violence) yang notabene telah mengingatkan kepada publik pentingnya perjuangan ala Ahimsa dari konsep pikiran Mahatma Gandhi.

September 01, 2019

Trikora Jilid Dua: Menolak Men-Timor Leste-kan Papua

Trikora Jilid Dua: Menolak Men-Timor Leste-kan PapuaHarus dibedakan mana yang Papua pro NKRI dan Papua anti NKRI. Keduanya dari outer skin perspective sulit untuk dibedakan karena memang sama-sama satu rumpun melanesia. Sejak  Perjanjian New York 1962 sampai dengan sekarang bangsa Papua terbelah menjadi two opposing shafts, yaitu bangsa Papua yang terintegrasi sebagai Bangsa Indonesia sesuai kesepakatan  Perjanjian New York 1962 dan ada bangsa Papua yang menolak Perjanjian New York 1962 yang kemudian dikenal sebagai Organisasi Papua Merdeka (OPM).

Mei 10, 2019

Jangan Subversibkan Kata-Kata Sebagai Makar


Jangan Subversibkan Kata-Kata Sebagai MakarBegitu mudahnya kita melakukan pass judgment on terhadap hak kebebasan kata-kata kepada sesama anak bangsa sendiri dengan dakwaan makar. Bukan karena mereka yang dimakarkan terbukti sebagai milisi bersenjata yang akan menggulingkan pemerintah, melainkan mereka yang dimakarkan karena persoalan perbedaan selera memainkan hak kebebasan kata-kata saja.

April 15, 2019

Pasca 17 April 2019: Semoga Badai Cepat Berlalu


Pasca 17 April 2019: Semoga Badai Cepat BerlaluAkibat jelang pilpres 2019, hubungan silahturahim menjadi terganggu. Pergaulan hidup antar anak bangsa mendadak kehilangan selera kemesraan. Banyak pasutri kehilangan syahwat hingga nyaris berujung  pemegatan.  Anak-anak pun yang belum waktunya berpolitik tapi kini larut dalam perdebatan politik.