Media berbasis situs weblog dengan tagar Indonesia Raya berjuang mengeksplorasi sejarah peradaban politik, ekonomi, sosial, kebudayaan, ilmu pengetahuan dan tekhnologi.



Meneladani Methode Aksi BEM Unair dan Gejayan Memanggil yang Super Damai





Tidak semua aksi protes mahasiswa yang tergabung dalam Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) yang marak terjadi belakangan ini berakhir ricuh dan rusuh sebab masih ada methode aksi perjuangan yang mereka pakai dalam menyampaikan hak pendapat di muka umum telah dilakukan secara etis dengan menjunjung tinggi semangat anti kekerasan (non-violence) yang notabene telah mengingatkan kepada publik pentingnya perjuangan ala Ahimsa dari konsep pikiran Mahatma Gandhi.

Kegaduhan Di Seputar Polemik Kenaikan Iuran BPJS, Kenaikan Tarif CHT dan Revisi UU KPK, Jokowi Berpihak Di Mana?


Ketika kegaduhan di seputar polemik antara KPAI versus PB Djarum tiada ujung penyelesaian hingga telah mengkawatirkan masa depan para atlit olah raga bulutangkis pada piala kejuaraan di kancah internasional, saya sudah menduga sebelumnya, jika tidak melibatkan Istana untuk menyelesaikan perseteruan kedua belah pihak, maka jangan harap polemik antara KPAI versus PB Djarum dapat berakhir dengan damai. Perihal ontran-ontran KPAI versus PB Djarum sudah saya tulis di blog saya. Klik di sini untuk membacanya kembali.

Trikora Jilid Dua: Menolak Men-Timor Leste-kan Papua


Harus dibedakan mana yang Papua pro NKRI dan Papua anti NKRI. Keduanya dari outer skin perspective sulit untuk dibedakan karena memang sama-sama satu rumpun melanesia. Sejak  Perjanjian New York 1962 sampai dengan sekarang bangsa Papua terbelah menjadi two opposing shafts, yaitu bangsa Papua yang terintegrasi sebagai Bangsa Indonesia sesuai kesepakatan  Perjanjian New York 1962 dan ada bangsa Papua yang menolak Perjanjian New York 1962 yang kemudian dikenal sebagai Organisasi Papua Merdeka (OPM).  

Jangan Subversibkan Kata-Kata Sebagai Makar


Begitu mudahnya kita melakukan pass judgment on terhadap hak kebebasan kata-kata kepada sesama anak bangsa sendiri  dengan dakwaan makar. Bukan karena mereka yang dimakarkan terbukti sebagai milisi bersenjata yang akan menggulingkan pemerintah, melainkan mereka yang dimakarkan karena persoalan perbedaan selera memainkan hak kebebasan kata-kata saja.

Sejarah Pionir Di Stadion Utama Gelora Bung Karno 7 April 2019

Terlepas siapa paslonnya dan apa visi misinya. Tapi yang jelas dalam sepanjang sejarah perkampanyean di Indonesia hanya baru kali ini sejarah pionir menorehkan tinta catatannya kampanye pilpres 2019 pada paslon tertentu telah melibatkan massa akbar signifikan tumpah ruah meluber di tiap jengkal ruang di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK) pada tanggal 7 April 2019 tanpa harus mengandalkan dana APBN, APBD dan BUMN.

Beruntungnya Saya Tidak Di-Robet-kan Ketika Negara Masih Berdoktrin Dwi Fungsi ABRI



Saya masih teringat ketika saya masih menjadi aktivis mahasiswa pada sekitar tahun 1990-an pada setiap ada aksi-aksi mahasiswa turun ke jalan selalu saja saya dan kawan-kawan aktivis lainnya tidak pernah lupa untuk menyanyikan lagu mars ABRI (Angkatan Bersenjata Republik Indonesia) yang sudah kami plesetkan sebagai wujud perlawanan kami sebagai anak bangsa yang menolak kebijakan-kebijakan Rezim Militer Soeharto yang menindas hak-hak kebebasan ekspresi kaum sipil di Indonesia.           

Kalau Memang Kita Bukan Golput

Kalau memang kita bukan Golput, maka kita dihadapkan oleh dua kandidat pemimpin yang memang harus kita pilih. Pilihlah sesuai kehendak keyakinan hatimu. Ada nomor satu Jokowi-Amin dan ada nomor dua Prabowo-Sandi yang dapat kita pilih.

Reuni 212 Antara Paranoid dan Antisipasi

Tidak ada yang perlu ditakutkan dari aksi Reuni 212 yang telah melibatkan kekuatan massa yang massif, kecuali Negara dan sebagian komponen bangsa yang lain hanya mengantisipasi dari segala kemungkinan yang buruk agar kebebasan berkumpul menyampaikan pendapat di depan umum yang melibatkan mobilization of large mass forces tidak terprovokasi untuk mengulangi kembali event of bloody social conflict yang beberapa kali pernah mengguncang sejarah sistem percaturan perpolitikan nasional.

Jangan Menyerah Sebab Kita Satu

Jika Negara saya analogikan sebagai anatomi tubuh manusia, maka apa yang terjadi jika anatomi dari tubuh manusia yang terdiri dari kesatuan berbagai anggota tubuh mulai dari otak, jantung, ginjal, lambung, usus, paru-paru, tangan, kaki, mulut, hidung, kelamin, perut, dada dan sebagainya mendadak mengalami kelumpuhan, tidak saling terkait dan ingin memisahkan diri dari kesatuan tubuh manusia? Kalau hal ini terjadi maka tubuh manusia akan mengalami sick without power, physical disability dan tubuh manusia akan kehilangan peranan keseimbangan fungsi kesejatiannya sebagai tubuh manusia yang normal dan sehat.

Menolak Lupa Wiji Thukul Di Pilpres 2019


Saya tidak peduli siapa yang telah melenyapkan kehidupan Wiji Thukul. Sebab apalah artinya makna kepedulianku, kepedulian keluarga dan kepedulian kawan-kawannya jika terbukti selama 20 tahun mereka yang berjuang untuk mengungkap tabir peristiwa kejahatan kemanusiaan ini selalu saja kandas sia-sia tiada berbekas di ujung kesabaran tanpa batas.

 

Ketik dan Tekan Enter