Membangkitkan Orde Baru Melalui Proyek Isu Kebangkitan PKI

Membangkitkan Orde Baru Melalui Proyek Isu Kebangkitan PKI

Masih membekas dalam pikiran saya ketika sistem politik Indonesia masih dalam cengkraman kekuasaan otoriter Orde Baru, melalui sejarawan andalan Orde Baru, Brigjen TNI-AD (Purn.) Prof. Dr. Nugroho Notosusanto merilis sinema dokumenter sejarah Orde Baru (menurut saya lebih tepat disebut film doktrinasi propaganda Orde Baru) berjudul Penumpasan Pengkhianatan G30S PKI yang disutradarai oleh Arifin C Noer.

Meneladani Methode Aksi BEM Unair dan Gejayan Memanggil yang Super Damai

Meneladani Methode Aksi BEM Unair dan Gejayan Memanggil yang Super Damai

Tidak semua aksi protes mahasiswa yang tergabung dalam Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) yang marak terjadi belakangan ini berakhir ricuh dan rusuh sebab masih ada methode aksi perjuangan yang mereka pakai dalam menyampaikan hak pendapat di muka umum telah dilakukan secara etis dengan menjunjung tinggi semangat anti kekerasan (non-violence) yang notabene telah mengingatkan kepada publik pentingnya perjuangan ala Ahimsa dari konsep pikiran Mahatma Gandhi.

Kegaduhan Di Seputar Polemik Kenaikan Iuran BPJS, Tarif CHT dan Revisi UU KPK, Jokowi Berpihak Di Mana?

Kegaduhan Di Seputar Polemik Kenaikan Iuran BPJS, Tarif CHT dan Revisi UU KPK, Jokowi Berpihak Di Mana?

Ketika kegaduhan di seputar polemik antara KPAI versus PB Djarum tiada ujung penyelesaian hingga telah mengkawatirkan masa depan para atlit olah raga bulutangkis pada piala kejuaraan di kancah internasional.

Trikora Jilid Dua: Menolak Men-Timor Leste-kan Papua

 

Trikora Jilid Dua: Menolak Men-Timor Leste-kan Papua

Harus dibedakan mana yang Papua pro NKRI dan Papua anti NKRI. Keduanya dari outer skin perspective sulit untuk dibedakan karena memang sama-sama satu rumpun melanesia. Sejak  Perjanjian New York 1962 sampai dengan sekarang bangsa Papua terbelah menjadi two opposing shafts, yaitu bangsa Papua yang terintegrasi sebagai Bangsa Indonesia sesuai kesepakatan  Perjanjian New York 1962 dan ada bangsa Papua yang menolak Perjanjian New York 1962 yang kemudian dikenal sebagai Organisasi Papua Merdeka (OPM).

Jangan Subversibkan Kata-Kata Sebagai Makar

Jangan Subversibkan Kata-Kata Sebagai Makar

Begitu mudahnya kita melakukan pass judgment on terhadap hak kebebasan kata-kata kepada sesama anak bangsa sendiri dengan dakwaan makar. Bukan karena mereka yang dimakarkan terbukti sebagai milisi bersenjata yang akan menggulingkan pemerintah, melainkan mereka yang dimakarkan karena persoalan perbedaan selera memainkan hak kebebasan kata-kata saja.

Memahami Golput Dalam Kehidupan Sehari-Hari

Memahami Golput Dalam Kehidupan Sehari-Hari

Betapa dalam kehidupan sehari-hari tanpa disadari atau tidak setiap manusia di mana saja dan kapan saja pasti tidak terlepas dari sikap pilihan Golput. Ironinya, tanpa disadari sebagian dari anak bangsa sendiri sering mendapatkan sikap ambivalen pada diri manusia ketika sudah berhadapan dengan  Golput.

Beruntungnya Saya Tidak Di-Robet-kan Ketika Negara Masih Berdoktrin Dwi Fungsi ABRI

 

Beruntungnya Saya Tidak Di-Robet-kan Ketika Negara Masih Berdoktrin Dwi Fungsi ABRI

Saya masih teringat ketika saya masih menjadi aktivis mahasiswa pada sekitar tahun 1990-an pada setiap ada aksi-aksi mahasiswa turun ke jalan selalu saja saya dan kawan-kawan aktivis lainnya tidak pernah lupa untuk menyanyikan lagu mars ABRI (Angkatan Bersenjata Republik Indonesia) yang sudah diplesetkan sebagai wujud perlawanan menolak kebijakan-kebijakan Rezim Militer Suharto yang menindas hak-hak kebebasan ekspresi kaum sipil di Indonesia.           

Kalau Memang Kita Bukan Golput

Kalau Memang Kita Bukan Golput

Kalau memang kita bukan Golput, maka kita dihadapkan oleh dua kandidat pemimpin yang memang harus kita pilih. Pilihlah sesuai kehendak keyakinan hatimu. Ada nomor satu Jokowi-Amin dan ada nomor dua Prabowo-Sandi yang dapat kita pilih.

Teken Menolak Equality Before of Law Jika Terpilih Menjadi Presiden

Teken Menolak Equality Before of Law Jika Terpilih Menjadi Presiden

Jauh sebelum diputusnya Ijtima Ulama II memberikan dukungan kepada bakal calon presiden Prabowo Subianto dan bakal calon wakil presiden Sandiaga Salahuddin Uno, maka saya jauh-jauh hari sudah dapat begitu mudah memprediksinya. Alasan saya simple saja, jauh awal mereka yang tergabung dalam Ijtima Ulama adalah orang-orang yang track records mereka berada di kubu barisan Gerakan Nasional Pengawal Fatwa Ulama (GNPF-Ulama) yang notabene berada di kubu  yang selalu mengorek-orek hingga sampai mengais-ngais mencari kesalahan Jokowi sebagai Presiden, jadi tidak mungkin Ijtima Ulama akan menjatuhkan pilihan kepada Jokowi, meskipun bakal cawapres dari Jokowi adalah Amin Ma'ruf yang notabene a big ulama figure.

Mengorek-ngorek Mencari Kesalahan Jokowi

Mengorek-ngorek, Mencari Kesalahan Jokowi

Hanya demi menuruti kemauan ambisi kekuasaan Asalkan Bukan Jokowi, para oposan ikhlaskan aneka pemicu kegaduhan yang acap ditabuh-tabuhkan seperti genderang mau berperang hingga sampai nilai-nilai kebangsaan harus lari terbirit-birit dan kadang meneng-meneng sambil terkencing-kencing di celana lantas sesama para anak bangsa tahu-tahu terbelah menjadi dua sisi kutub fauna, Kecebong dan Kampret. 

Membangun Hasil Polling Sesat Via Software Robot

Membangun Hasil Polling Sesat Via Software Robot

Konon methode pengumpulan data melalui jajak pendapat atau polling  sebelum sarana internet mewabah seperti sekarang hanya bisa dilakukan dengan cara berinteraksi secara langsung face to face kepada para responden yang menjadi sampelnya. Tapi sejak information technology menjadi konsumsi publik sehari-hari, maka methode pengumpulan data polling pun turut mengikuti perubahan. Para penyelenggara polling ketika berinteraksi kepada para responden yang menjadi sampelnya hanya cukup melalui electronic mail (e-mail),  account social media  dan internet protocool address (IP).

Bambu, Etika Anies Baswedan dan Asian Games

Bambu, Etika Anies Baswedan dan Asian Games

Ketika warganet protes perihal tiang bendera Negara Asian Games yang terbuat dari potongan bambu berkualitas rendah terpampang secara terbuka di jalan-jalan ibu kota, lantas  Saudara Anies Baswedan selaku Gubernur DKI Jakarta memberikan statement jawaban:" Jangan sekali anggap rendah tiang bendera dari bambu. Itulah tiang yang ada di rumah-rumah rakyat kebanyakan."

Mengkritisi Sosok Ketokohan Amien Rais

Mengkritisi Sosok Ketokohan Amien Rais

Pesan Sang Binatang Jalang, Chairil Anwar dalam salah satu puisinya di tahun 1943 berjudul  Diponegoro, ada kalimat yang tertulis di bait puisinya: "Sekali berarti, sudah itu mati". Pesan  Chairil Anwar ini jika dikaitkan dengan sosok ketokohan Amien Rais tampaknya tidak akan pernah berlaku dan tidak akan berarti apa-apa untuk sosok ketokohan anak bangsa sendiri bernama Amien Rais. 

Freudian Bernama Rocky Gerung

Freudian Bernama Rocky Gerung

Sebagai seorang akademisi, sekaligus pemerhati terhadap ilmu filsafat, Rocky Gerung menunjukkan sikap ide pemikirannya tampil berada dalam lingkaran sebagai Freudian, menawarkan konsep berpikirnya dalam kajian kritisnya ala Sigmund Freud, khususnya perihal ide-ide psikoanalisanya yang telah mengkritisi Kitab Suci sebagai kajian tembaknya.

Jika Kenyataan Tommy Suharto Mendaulat Sebaliknya

Jika Kenyataan Tommy Suharto Mendaulat Sebaliknya

Meskipun Majelis Hakim Agung diketuai Syafiuddin Kartasasmita tetap memvonis bersalah menghukum terdakwa Tommy Suharto dengan pidana 18 bulan penjara.

Mbak Titiek, Maafkan Jika Saya Belum Bisa Melupakan Bapakmu

Mbak Titiek, Maafkan Jika Saya Belum Bisa Melupakan Bapakmu

Mbak Titiek ini sekedar bercanda atau sengaja turut bersaing dalam kegaduhan suksesi 2019? Wallahu a'lam Bish-shawabi. Nama Jenderal Besar TNI (Purn.) Haji Muhammad Suharto telah mengingatkan saya kepada Sang Tiran Kaliber yang berkuasa selama 32 tahun di Indonesia (1966-1998). 

Kritik Anti kritik Parlemen Di Negeri Demokrasi, Mana Bisa?

Kritik Anti kritik Parlemen Di Negeri Demokrasi, Mana Bisa?

Wahai para pejabat parlemen, dimanakah nalar sehat kalian? Apakah masih di tempurung kepala ataukah sudah bergeser ke pantat dubur kalian? Di satu sisi kalian bisa terpilih dengan melibatkan rakyat  agar memberi suara ke kalian memasuki kampung-kampung,  menebar pesona di sana-sini,  kampanye dengan satu harapan agar suara pilihan rakyat dapat mewakili kalian duduk di kursi parlemen.

Jika Saya Mengikuti Methode Berpikir Andi Arief

Jika Saya Mengikuti Methode Berpikir Andi Arief

Andi Arief dalam cuitannya di Twitter @andiarief__12 September 2017 menuliskan,  "Kalau hanya satu dua orang menghina Presiden mungkin perlu sikap tegas, tapi kalau sudah massal harusnya Presiden intropeksi." 

Menentukan Secara Cerdas Status Tersangka Sri Bintang Pamungkas

Menentukan Secara Cerdas Status Tersangka Sri Bintang Pamungkas

Jika saya melihat tuduhan delik makar yang dijatuhkan oleh institusi Polri kepada Sri Bintang Pamungkas, saya anggap tuduhan yang terlalu berlebihan, dipaksakan dan mengada-ngada.

Politik Militer Di Indonesia: Membedah Butiran Telur Busuk Dalam Keranjang

Politik Militer Di Indonesia: Membedah Butiran Telur Busuk Dalam Keranjang

Membedah butiran telur dalam keranjang pasti ada satu, dua, tiga telur yang busuk dan retak. Dalam setiap sejarah revolusi, perlawanan kaum sipil di Indonesia meskipun dibungkus rapi dalam bingkai Demokrasi selalu saja ada konspirasi skenario  peranan  sistematis massif elite (purnawirawan) militer yang serta merta terkupas tuntas terlibat di dalamnya.

Dapatkan pemberitahuan setiap ada artikel terbaru