Gus Huda: Blunder Kenaikan Harga BBM Bersubsidi Kado Kebijakan September Hitam Buat Rakyat

Blunder Kenaikan Harga BBM Bersubsidi Menjadi Kebijakan September Hitam 2022 Bagi Negara

Ada empat point krusial yang menjadi alasan saya betapa kebijakan Pemerintah menaikkan harga subsidi BBM adalah kebijakan yang tidak populis dan blunder yang paling fatal sebagai kado kebijakan September Hitam buat rakyat Indonesia.

Gus Huda: Methode Penolakan Kenaikan BBM Melalui Ahimsa

Methode Penolakan Kenaikan BBM Melalui Ahimsa

Terdapat empat methode yang Mahatma Ghandi ajarkan kepada masyarakat guna melenyapkan pengaruh kolonialisme. Di antaranya ialah Ahimsa, Hartal, Satyagraha dan Swadesi. Ahimsa merupakan gerakan perlawanan anti kekerasan yang sebelumnya disebut sebagai non-violence.

Prasangka, Stereotipe dan Absurditas Dalam Memaknai BuzzeRp

Prasangka, Stereotipe dan Absurditas Dalam Memaknai BuzzeRp

Istilah dari kosa kata buzzer yang kemudian diupdate belakangan ini menjadi buzzeRP yang selama ini viral dilatahkan secara berulang-ulang tanpa makna pemahaman yang jelas tampaknya hanya terjadi pada kepemimpinan Jokowi. Pada Periode sebelumnya istilah dari kosa kata buzzeRp nyaris tidak pernah kita mendengarnya.

Mencermati Prediksi Maksud Manuver Pada Pidato Ibu Megawati

Mencermati Prediksi Maksud Politik Manuver Pada Pidato Ibu Megawati

Telah beredar viral ke warganet berupa cuplikan dari potongan video berdurasi 51 detik Pidato Ibu Megawati pada acara Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) yang digelar pada 21 Juni 2022.

Makmun Mustafa: Dividen Bir Anker Untuk Capres 2024 Gubernur Anies R Baswedan

Dividen Bir Anker Untuk Gubernur Anies R Baswedan

Masih teringat sampai sekarang soal janji Gubernur DKI Jakarta Anies R Baswedan saat kampanye pada Pilkada DKI Jakarta tahun 2017 yang akan menjual saham Pemprov DKI Jakarta di PT.Delta Djakarta jika dirinya terpilih menjadi Gubernur DKI Jakarta.

Mimpi Memakzulkan Jokowi Ala Para Bouwheer

Mimpi Memakzulkan Jokowi Ala Para Bouwheer


Sejak awal saya sudah menegaskan secara berulang-ulang kali ada atau tidak adanya wacana penundaan Pemilu dan penambahan tiga periode masa jabatan Presiden, tetap saja Jokowi akan terus dinyinyir dicari-cari kelemahan dan kesalahannya. Sebab mimpi target final tuntutan dari para bouwheer hanya satu keinginan: Jokowi harus meletakkan jabatan sebagai Presiden sebelum masa jabatannya berakhir.

Pengusaha Mafia Versus Permendag: Biang Kelangkaan Minyak Goreng

Pengusaha Mafia Versus Permendag: Biang Kelangkaan Minyak Goreng

Minyak goreng tidak akan mengalami kelangkaan di negeri yang sumber daya kelapa sawitnya berlimpah-limpah ruah seperti di Indonesia jika tidak ada kausalitas dari peristiwa yang melatarbelakangi terjadinya kelangkaan minyak goreng. Kausalitas dari peristiwa apakah yang melatarbelakangi terjadinya minyak goreng mendadak serempak lenyap dari pasaran? 

Membangkitkan Orde Baru Melalui Proyek Isu Kebangkitan PKI

Membangkitkan Orde Baru Melalui Proyek Isu Kebangkitan PKI

Masih membekas dalam pikiran saya ketika sistem politik Indonesia masih dalam cengkraman kekuasaan otoriter Orde Baru, melalui sejarawan andalan Orde Baru, Brigjen TNI-AD (Purn.) Prof. Dr. Nugroho Notosusanto merilis sinema dokumenter sejarah Orde Baru (menurut saya lebih tepat disebut film doktrinasi propaganda Orde Baru) berjudul Penumpasan Pengkhianatan G30S PKI yang disutradarai oleh Arifin C Noer.

Meneladani Methode Aksi BEM Unair dan Gejayan Memanggil yang Super Damai

Meneladani Methode Aksi BEM Unair dan Gejayan Memanggil yang Super Damai

Tidak semua aksi protes mahasiswa yang tergabung dalam Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) yang marak terjadi belakangan ini berakhir ricuh dan rusuh sebab masih ada methode aksi perjuangan yang mereka pakai dalam menyampaikan hak pendapat di muka umum telah dilakukan secara etis dengan menjunjung tinggi semangat anti kekerasan (non-violence) yang notabene telah mengingatkan kepada publik pentingnya perjuangan ala Ahimsa dari konsep pikiran Mahatma Gandhi.

Kegaduhan Di Seputar Polemik Kenaikan Iuran BPJS, Tarif CHT dan Revisi UU KPK, Jokowi Berpihak Di Mana?

Kegaduhan Di Seputar Polemik Kenaikan Iuran BPJS, Tarif CHT dan Revisi UU KPK, Jokowi Berpihak Di Mana?

Ketika kegaduhan di seputar polemik antara KPAI versus PB Djarum tiada ujung penyelesaian hingga telah mengkawatirkan masa depan para atlit olah raga bulutangkis pada piala kejuaraan di kancah internasional.

Trikora Jilid Dua: Menolak Men-Timor Leste-kan Papua

 

Trikora Jilid Dua: Menolak Men-Timor Leste-kan Papua

Harus dibedakan mana yang Papua pro NKRI dan Papua anti NKRI. Keduanya dari outer skin perspective sulit untuk dibedakan karena memang sama-sama satu rumpun melanesia. Sejak  Perjanjian New York 1962 sampai dengan sekarang bangsa Papua terbelah menjadi two opposing shafts, yaitu bangsa Papua yang terintegrasi sebagai Bangsa Indonesia sesuai kesepakatan  Perjanjian New York 1962 dan ada bangsa Papua yang menolak Perjanjian New York 1962 yang kemudian dikenal sebagai Organisasi Papua Merdeka (OPM).

Jangan Subversibkan Kata-Kata Sebagai Makar

Jangan Subversibkan Kata-Kata Sebagai Makar

Begitu mudahnya kita melakukan pass judgment on terhadap hak kebebasan kata-kata kepada sesama anak bangsa sendiri dengan dakwaan makar. Bukan karena mereka yang dimakarkan terbukti sebagai milisi bersenjata yang akan menggulingkan pemerintah, melainkan mereka yang dimakarkan karena persoalan perbedaan selera memainkan hak kebebasan kata-kata saja.

Memahami Golput Dalam Kehidupan Sehari-Hari

Memahami Golput Dalam Kehidupan Sehari-Hari

Betapa dalam kehidupan sehari-hari tanpa disadari atau tidak setiap manusia di mana saja dan kapan saja pasti tidak terlepas dari sikap pilihan Golput. Ironinya, tanpa disadari sebagian dari anak bangsa sendiri sering mendapatkan sikap ambivalen pada diri manusia ketika sudah berhadapan dengan  Golput.

Beruntungnya Saya Tidak Di-Robet-kan Ketika Negara Masih Berdoktrin Dwi Fungsi ABRI

 

Beruntungnya Saya Tidak Di-Robet-kan Ketika Negara Masih Berdoktrin Dwi Fungsi ABRI

Saya masih teringat ketika saya masih menjadi aktivis mahasiswa pada sekitar tahun 1990-an pada setiap ada aksi-aksi mahasiswa turun ke jalan selalu saja saya dan kawan-kawan aktivis lainnya tidak pernah lupa untuk menyanyikan lagu mars ABRI (Angkatan Bersenjata Republik Indonesia) yang sudah diplesetkan sebagai wujud perlawanan menolak kebijakan-kebijakan Rezim Militer Suharto yang menindas hak-hak kebebasan ekspresi kaum sipil di Indonesia.           

Kalau Memang Kita Bukan Golput

Kalau Memang Kita Bukan Golput

Kalau memang kita bukan Golput, maka kita dihadapkan oleh dua kandidat pemimpin yang memang harus kita pilih. Pilihlah sesuai kehendak keyakinan hatimu. Ada nomor satu Jokowi-Amin dan ada nomor dua Prabowo-Sandi yang dapat kita pilih.

Teken Menolak Equality Before of Law Jika Terpilih Menjadi Presiden

Teken Menolak Equality Before of Law Jika Terpilih Menjadi Presiden

Jauh sebelum diputusnya Ijtima Ulama II memberikan dukungan kepada bakal calon presiden Prabowo Subianto dan bakal calon wakil presiden Sandiaga Salahuddin Uno, maka saya jauh-jauh hari sudah dapat begitu mudah memprediksinya. Alasan saya simple saja, jauh awal mereka yang tergabung dalam Ijtima Ulama adalah orang-orang yang track records mereka berada di kubu barisan Gerakan Nasional Pengawal Fatwa Ulama (GNPF-Ulama) yang notabene berada di kubu  yang selalu mengorek-orek hingga sampai mengais-ngais mencari kesalahan Jokowi sebagai Presiden, jadi tidak mungkin Ijtima Ulama akan menjatuhkan pilihan kepada Jokowi, meskipun bakal cawapres dari Jokowi adalah Amin Ma'ruf yang notabene a big ulama figure.

Mengorek-ngorek Mencari Kesalahan Jokowi

Mengorek-ngorek, Mencari Kesalahan Jokowi

Hanya demi menuruti kemauan ambisi kekuasaan Asalkan Bukan Jokowi, para oposan ikhlaskan aneka pemicu kegaduhan yang acap ditabuh-tabuhkan seperti genderang mau berperang hingga sampai nilai-nilai kebangsaan harus lari terbirit-birit dan kadang meneng-meneng sambil terkencing-kencing di celana lantas sesama para anak bangsa tahu-tahu terbelah menjadi dua sisi kutub fauna, Kecebong dan Kampret. 

Membangun Hasil Polling Sesat Via Software Robot

Membangun Hasil Polling Sesat Via Software Robot

Konon methode pengumpulan data melalui jajak pendapat atau polling  sebelum sarana internet mewabah seperti sekarang hanya bisa dilakukan dengan cara berinteraksi secara langsung face to face kepada para responden yang menjadi sampelnya. Tapi sejak information technology menjadi konsumsi publik sehari-hari, maka methode pengumpulan data polling pun turut mengikuti perubahan. Para penyelenggara polling ketika berinteraksi kepada para responden yang menjadi sampelnya hanya cukup melalui electronic mail (e-mail),  account social media  dan internet protocool address (IP).

Bambu, Etika Anies R Baswedan dan Asian Games

Bambu, Etika Anies R Baswedan dan Asian Games

Ketika warganet protes perihal tiang bendera Negara Asian Games yang terbuat dari potongan bambu berkualitas rendah terpampang secara terbuka di jalan-jalan ibu kota, lantas  Saudara Anies Baswedan selaku Gubernur DKI Jakarta memberikan statement jawaban:" Jangan sekali anggap rendah tiang bendera dari bambu. Itulah tiang yang ada di rumah-rumah rakyat kebanyakan."

Mengkritisi Sosok Ketokohan Amien Rais

Mengkritisi Sosok Ketokohan Amien Rais

Pesan Sang Binatang Jalang, Chairil Anwar dalam salah satu puisinya di tahun 1943 berjudul  Diponegoro, ada kalimat yang tertulis di bait puisinya: "Sekali berarti, sudah itu mati". Pesan  Chairil Anwar ini jika dikaitkan dengan sosok ketokohan Amien Rais tampaknya tidak akan pernah berlaku dan tidak akan berarti apa-apa untuk sosok ketokohan anak bangsa sendiri bernama Amien Rais. 

Dapatkan Pemberitahuan Setiap Ada Artikel Terbaru