Kembali Ke Atas
Loading...
Temukan saya di:

Catatan Di Akhir Tahun 2017



Indonesia 
pada setiap acara tutup tahun 
selalu saja ku sapa kamu 
sebab kamu tanah air ku 
tanah air beta 
tanah air kita semua 
meski acap kita dipergaduhkan 
oleh para anak bangsa sendiri 
tega menjual mahkota 
harga diri Ibu Pertiwi 
sebagai pelacur.

Selamat Maulid Isa Al-Masih bin Maryam



Ketika Maulid 
Isa Al-Masih bin Maryam 
menjelang tiba, 
mengapa fonomenal peradaban 
di negara-negara Islam 
di Timur Tengah 
yang tidak pernah mengenal 
Bhinneka Tunggal Ika
mendadak menjadi nuansa Nusantara 
menjunjung tinggi kebersamaan 
tanpa mencari-cari perbedaan, 
sementara sebaliknya 
di peradaban Indonesian 
yang menjunjung semboyan 
Bhinneka Tunggal Ika
mendadak nyaris tak mengenal 
kebersamaan dalam perbedaan?
Wallahu'Alam Bishawab.

Ada Surga Di Telapak Kakimu Ibu




Jika negeri kami 
adalah Ibu Pertiwi 
sementara kami terkandung 
terlahir sebagai anak bangsa
maka kami hanya bisa berbhakti 
merawat dan menjagamu 
sebagai Tanah Air kami  
sebab di telapak kakimu 
surga telah kamu berikan.

Boikot Produk Amrik, Mana Mungkin Bisa?

Demi membela Palestina, lantas ada wacana mau memboikot produk Amrik di Indonesia. Mendengar wacana ini saja terasa ndagel di telinga saya dan spontan mulut saya sontak berkata,"Mana mungkin?" Masyarakat Indonesia tanpa terkecuali, termasuk mereka yang mau memboikot produk Amrik, seratus persen sudah menggantung kebutuhan primair hidupnya sehari-hari kepada produk Amrik, jadi sangat-sangat mustahil kalau ada penerapan wacana untuk memboikot produk Amrik di Indonesia.

Memahami Palestina Dari Pemahaman Bangsa Palestina



Menurut data Fariz Mendawi, Duta besar Palestina untuk Indonesia,  yang berlangsung di Auditorium Yustinus Universitas Atmadjaya,  Jakarta Rabu 30 Npvember 2011, dalam seminar bertajuk  Hari Internasional Solidaritas Untuk Palestina, bahwa persentase penganut Agama terbesar di Palestina adalah agama Yahudi yang menempati 50%,  sisanya beragama Kristen dan Muslim yang berada di daerah Tepi Barat dan Yerusalem.

Sampai Kapan Orang Miskin Dilarang Sakit ?


Jika delapan nama penyakit mematikan 
coronary artery,
stroke,
kanker, 
sirosis,
leukemia,
renal failur,
thalassemia dan hemofilia 
tidak ditanggung BPJS 
maka dapat dipastikan 
ancaman populasi termaut 
untuk rakyat miskin Indonesia.

Selamat Hari Guru Nasional



Aku terperanjat 
dari meja komputerku 
sebab ternyata waktu 
sudah menunjukkan jam 06.30 WIB 
tapi anakku masih asyik 
mendengkur dengan mimpinya. 
Segera aku membangunkannya 
agar dia segera mandi 
untuk bergegas bersiap 
berangkat ke sekolah 
tapi dia mengingatkanku 
kalau hari ini 25-11-2017 
semua sekolah di Indonesia libur 
sebab hari ini 
sebagai Hari Guru Nasional ke-72.

Saya Hanya Bertanya Saja, Agama Dalam Kolom KTP


Saya hanya bertanya saja 
jika ada anak bangsa sendiri 
tidak mempunyai keyakinan 
bernama agama 
sementara keyakinannya 
hanya percaya 
kepada Tuhan Yang Maha Esa 
maka agama apakah 
yang wajib ditulis 
di kolom KTP -nya?

Jika Keberingasan Mengalahkan Kesantunan


Apa yang terjadi 
jika masyarakat berubah wataknya 
menjadi temperamen militeristik 
dalam menangani setiap persoalan, 
seolah-olah yang namanya hakim 
tidak hanya otoritas pengadilan 
tapi setiap orang 
bisa menjadi hakim?

Kalau Mau Jujur Saja

Kalau mau jujur saja, 
sebagian masyarakat 
di negeri ini 
suka dengan kegaduhan. 
Apa saja harus dipergaduhan. 
Jika tak bisa dipergaduhkan 
akan dicari-cari 
seribu satu cara. 
Kalau perlu tambahkan 
penyedap rasa. 
Jika kurang hangat 
akan digoreng kembali 
terpenting kegaduhan 
wajib andil.

Sampai Kapan Para Komedian Mengendalikan Negeriku?



Konon negeriku ini 
paling komedian. 
Tidak komedian 
kalau bukan Indonesia. 
Syarat adanya negara 
memang harus wajib 
ada para pejabatnya. 
Tapi setelah negara 
ada para pejabatnya, 
negara malah diperdayai 
habis-habisan 
oleh para pejabatnya,
sementara rakyat dilatih kesabaran 
agar piawai dalam petak umpat 
sembari terus menahan lapar 
menerima keadaan apapun 
sebagai anugerah.

Selamat Jalan Solikhin: Di Puncak Sakitmu, Di Akhir Senyummu


Solikhin? Konon dia kawan terbaikku. Satu mahasiswa  Fakultas Hukumtercatat  sebagai angkatan kawak-kawak di Universitas Janabadra JogjakartaMasih terlintas dipikiranku ketika kami sama-sama pernah berkecimpung di Teather  Ujanta. Dia diberi peran sebagai waria. Entah alasan apa yang terlintas di benak sang sutradara sehingga  harus memilih figur Solikhin sebagai waria?

Solikhin? Konon dia pernah satu in de kost dengan saya ketika kami memilih perkampungan Badran  sebagai alasan pilihan tinggal sementara kami yang paling dekat dengan jarak kampus, meskipun perkampungan Badran dikenal oleh warga masyarakat Jogjakarta sebagai perkampungan underground tempat mangkalnya warga miskin kota.

Solikhin? Konon dia kawan terbaikku yang saban malam sering mengajakku  bermain billyard alias bola sodok dan nonton bioskop bareng di Arjuna Plaza Jogjakarta. Arjuna Plaza? Ya, sebuah plaza yang terbilang underground yang sekarang sudah 15 tahun Arjuna Plaza dibiarkan angker tanpa penghuni lagi.

Solikhin? Konon ketika kami masih bergelut buku sebagai mahasiswa, hampir saban malam meluangkan waktu semalam suntuk untuk berdiskusi. kami membahas berbagai issue apa saja,  tapi paling sering tentang Indonesia dalam cengkraman Orde Baru. Kalau sudah asyik larut dalam perdebatan, biasanya tidak terasa sudah bergelas-gelas kopi turut menemani perdebatan kami berdua. 

Solikhin? Konon tanpa terasa kami sudah terpisah setelah diwisuda. Sudah 23 tahun kami terpisah oleh kesibukan masing-masing. Meskipun demikian kami tetap berkawan baik melalui sarana sosial media  FacebookHubungan kami tetap terkendali dan terukur, meskipun  pertemanan kami hanya cukup diselesaikan melalu chatting di sosial media.

Solikhin? Konon dalam acara jumpa Reuni Ikabadra 7 Oktober 2017  kemarin dia datang. Hanya saja saya waktu acara Reuni ini tidak menghadirinya. Meskipun demikian kami tetap membangun pertemanan melalui ruang akun  WhatsApp. Masih saya rasakan sampai sekarang 
betapa kesehatannya sudah menurun. Fisiknya tidak segalak dulu lagi 
ketika dia masih aktif di beladiri Kempo. Raut wajahnya tampak sangat lelah tapi dibalik sakitnya 3dia bisa bersembunyi menebarkan senyum pesonanya di sana-sini.

Mendadak hari masih pagi ketika hujan mengguyur Jogja, saya mendapat kabar duka bahwa kawan terbaikku yang acap dipanggil Solikhin  alias Lie Hien You telah  dipanggil Tuhan sesuai jadwal takdirNya yang tak bisa ditunda lagi. Ya, Solikhin telah meninggalkan kita semua,  tanpa terkecuali, termasuk kepada anak dan istrinya.  Selamat jalan Solikhin. Betapa dalam airmataku ada doa menyertai kepulanganmu untuk selamanya.

Salam,
Joe Hoo Gi

Catatan Untuk Menkominfo Perihal Registrasi Wajib Nomor Prabayar



Masih ingat kasus Antasari perihal SMS ancamannya yang dijadikan salah satu barang bukti di Pengadilan? Kalau saja hakim memiliki penguasaan atau minimal paham IT maka tuduhan jaksa tentunya tidak sepenuhnya benar. Sebab sudah bukan menjadi kendala dan rahasia umum lagi betapa siapa saja yang dapat menguasai pembedahan program IT di PC, maka dapat mengirim SMS kepada siapa pun yang dikehendaki dengan nomor handphone anda padahal anda tidak pernah mengirimnya.

Catatan Untuk Anies Baswedan



Jika yang dimaksud pribumi 
adalah Warga Negara Indonesia 
maka kita semua 
tanpa terkecuali 
adalah pribumi yang dimaksud. 
Tapi kendala di lapangan 
apa demikian dimaksud pribumi 
hanya Warga Negara Indonesia 
bukan Warga Negara Asing?

Membedah Methode Berpikir Anti Tikus Tapi Pro Kecoak



Kalian serukan perlawanan 
kepada para tikus 
bernama Partai Komunis Indonesia 
yang sudah tidak satupun berkeliaran 
di kampung-kampung Nusantara kita 
sebab tragedi pasca 1965 
telah membuat 500 ribu lebih 
populasi para tikus dibantai 
tanpa proses peradilan 
menjadi serpihan bangkai sejarah 
dari makam-makam bisu 
angker tidak terurus.

Negara Tidak Boleh Kalah Kepada Vandalisme




Ketika saya dihadapkan 
pada berita insiden pembakaran 
terhadap tujuh Sekolah Dasar Negeri 
dan satu SMK di Palangkaraya, Kalimantan Tengah 
(klik di sini untuk membaca beritanya), 
maka yang terlintas dalam otak 
tiada lain turut merasakan 
keprihatinan teramat dalam, 
terlepas dari apapun 
yang melatarbelakanginya, 
tindakan vandalis barbarian 
wajib tidak mendapatkan ruang pembiaran, 
kecuali Negara 
wajib memberikan sanksi hukum 
untuk menindaklanjuti.

Jika Saya Mengikuti Methode Berpikir Andi Arief


Andi Arief dalam cuitannya di Twitter @andiarief__12 September 2017 menuliskan, "Kalau hanya satu dua orang menghina Presiden mungkin perlu sikap tegas, tapi kalau sudah massal harusnya Presiden intropeksi."

Habib Rizieq Dan Equality Before The Law



Equality before the law 
adalah prinsip negara hukum
agar Hukum dapat berkeadilan 
bahwa di depan hukum negara
semua anak bangsa 
tanpa terkecuali 
adalah sama.

Imajiner Bersama Aung San Suu Kyi


Joe Hoo Gi:
Dulu saya salah satu dari sekian juta pengagum Bunda ketika Bunda hadir sebagai social activist National League for Democracy (NLD)Masih selalu teringat dalam pikiran saya, betapa selama 15 tahun dalam pengasingan tahanan rumah, Bunda masih dapat memobilisasi massa dan menggelorakan semangat perjuangan pantang menyerah demi Pembebasan tegaknya Demokrasi dari kekuasaan rezim junta militer MyanmarSupport semangat Bunda kepada sistem demokrasi sikap perlawanan Bunda kepada rezim junta militer inilah yang telah banyak memberikan aspirasi perjuangan kami para aktivis Indonesia saat itu untuk dapat terbebas dari rezim militer Orde Baru. Perlu Bunda ketahui saja betapa sebagian dari buku yang Bunda tulis, salah satunya berjudul: The Voice of Hope: Conversations with Alan Clements yang terbit di tahun 2008 telah melengkapi kesempurnaan Bunda sebagai icon heroisme pembebasan terhadap rakyat tertindas oleh sistemik rezim otoriter. Tapi dengan perkembangan waktu setelah Myanmar mengalami proses transisi reformasi, terlebih setelah Bunda duduk di kabinet pemerintahan sebagai Konselor Negara, belakangan yang saya dengar, lihat dan baca dari berita kalau Bunda tidak dapat merawat kemanusiaan dan kebhinnekaan. Bunda telah melakukan pembiaran terhadap penindasan pada kaum sipil Rohingya.

Ada Apa Dengan Logika Berpikirmu Najib Tun Razak?



Ada apa dengan logika 
berpikirmu Najib Tun Razak 
jika kondisi krisis kemanusiaan 
yang terjadi di Rohingya Myanmar 
tapi yang kau persalahkan 
justru Presiden Jokowi 
atas nama pemerintah Indonesia? 
Di mana korelasinya yang mendesak 
antara Indonesia dan Myanmar 
sehingga anda berkesimpulan seperti itu?
loading...
loading...

 

Ketik dan Tekan Enter