Media berbasis situs weblog dengan tagar Indonesia Raya berjuang mengeksplorasi sejarah peradaban politik, ekonomi, sosial, kebudayaan, ilmu pengetahuan dan tekhnologi.



Catatan Di Akhir Tahun 2017



Indonesia pada setiap acara tutup tahun. Selalu saja ku sapa kamu sebab kamu tanah air ku. Tanah air beta. Tanah air kita semua. Meski acap kita dipergaduhkan oleh para anak bangsa sendiri yang tega melontekan harga diri Ibu Pertiwi sendiri.

Selamat Maulid Isa Al-Masih bin Maryam


Ketika Maulid Isa Al-Masih bin Maryam menjelang tiba, mengapa fonomenal peradaban di negara-negara Islam di Timur Tengah yang tidak pernah mengenal Bhinneka Tunggal Ika mendadak menjadi nuansa Nusantara menjunjung tinggi kebersamaan tanpa mencari-cari perbedaan, sementara sebaliknya di peradaban Indonesian yang menjunjung semboyan Bhinneka Tunggal Ika mendadak nyaris tak mengenal kebersamaan dalam perbedaan? Wallahu'Alam Bishawab.

Ada Surga Di Telapak Kakimu Ibu


Jika negeri kami adalah Ibu Pertiwi, sementara kami terkandung terlahir sebagai anak bangsa maka kami hanya bisa berbhakti merawat dan menjagamu sebagai Tanah Air kami sebab di telapak kakimu surga telah kamu berikan.

Boikot Produk Amrik, Mana Mungkin Bisa?





Demi membela Palestina, lantas ada wacana mau memboikot produk Amrik di Indonesia. Mendengar wacana ini saja terasa ndagel di telinga saya dan spontan mulut saya sontak berkata,"Mana mungkin?" Masyarakat Indonesia tanpa terkecuali, termasuk mereka yang mau memboikot produk Amrik, seratus persen sudah menggantung kebutuhan primair hidupnya sehari-hari kepada produk Amrik, jadi sangat-sangat mustahil kalau ada penerapan wacana untuk memboikot produk Amrik di Indonesia.

Memahami Palestina Dari Pemahaman Bangsa Palestina


Menurut data Fariz Mendawi, Duta besar Palestina untuk Indonesia, yang berlangsung di Auditorium Yustinus Universitas Atmadjaya, Jakarta Rabu 30 Npvember 2011, dalam seminar bertajuk Hari Internasional Solidaritas Untuk Palestina, bahwa persentase penganut Agama terbesar di Palestina adalah agama Yahudi yang menempati 50%, sisanya beragama Kristen dan Muslim yang berada di daerah Tepi Barat dan Yerusalem. 

Sampai Kapan Orang Miskin Dilarang Sakit ?


Jika delapan nama penyakit mematikan coronary artery, stroke, kanker, sirosis, leukemia,renal failur, thalassemia dan hemofilia tidak ditanggung BPJS maka dapat dipastikan ancaman populasi termaut untuk rakyat miskin Indonesia. 

Selamat Hari Guru Nasional


Aku terperanjat 
dari meja komputerku 
sebab ternyata waktu 
sudah menunjukkan jam 06.30 WIB 
tapi anakku masih asyik 
mendengkur dengan mimpinya. 
Segera aku membangunkannya 
agar dia segera mandi 
untuk bergegas bersiap 
berangkat ke sekolah 
tapi dia mengingatkanku 
kalau hari ini 25-11-2017 
semua sekolah di Indonesia libur 
sebab hari ini 
sebagai Hari Guru Nasional ke-72.

Saya Hanya Bertanya Saja, Agama Dalam Kolom KTP


Saya hanya bertanya saja 
jika ada anak bangsa sendiri 
tidak mempunyai keyakinan 
bernama agama 
sementara keyakinannya 
hanya percaya 
kepada Tuhan Yang Maha Esa 
maka agama apakah 
yang wajib ditulis 
di kolom KTPnya?

Jika Keberingasan Mengalahkan Kesantunan

Apa yang terjadi 
jika masyarakat berubah wataknya 
menjadi temperamen militeristik 
dalam menangani setiap persoalan, 
seolah-olah yang namanya hakim 
tidak hanya otoritas pengadilan 
tapi setiap orang 
bisa menjadi hakim?

Kalau Mau Jujur Saja

Kalau mau jujur saja, 
sebagian masyarakat 
di negeri ini 
suka dengan kegaduhan. 
Apa saja harus dipergaduhan. 
Jika tak bisa dipergaduhkan 
akan dicari-cari 
seribu satu cara. 
Kalau perlu tambahkan 
penyedap rasa. 
Jika kurang hangat 
akan digoreng kembali 
terpenting kegaduhan 
wajib andil.

Sampai Kapan Para Komedian Mengendalikan Negeriku?


Konon negeriku ini paling komedian. Tidak komedian kalau bukan negeriku, Indonesia. Syarat adanya negara memang harus wajib ada para pejabatnya sebagai penyelenggara negara Tapi ketika negara sudah ada para pejabat penyelenggara negaranya, negara malah diperdayai habis-habisan oleh para pejabat penyelenggara negaranyanya,sementara rakyat dilatih kesabaran agar piawai dalam petak umpat sembari terus menahan lapar menerima keadaan apapun sebagai anugerah.

Selamat Jalan Solikhin: Di Puncak Sakitmu, Di Akhir Senyummu


Solikhin? Konon dia kawan terbaikku. Satu mahasiswa  Fakultas Hukumtercatat  sebagai angkatan kawak-kawak di Universitas Janabadra JogjakartaMasih terlintas dipikiranku ketika kami sama-sama pernah berkecimpung di Teather  Ujanta. Dia diberi peran sebagai waria. Entah alasan apa yang terlintas di benak sang sutradara sehingga  harus memilih figur Solikhin sebagai waria?

Catatan Untuk Menkominfo Perihal Registrasi Wajib Nomor Prabayar


Masih ingat kasus Antasari perihal SMS ancamannya yang dijadikan salah satu barang bukti di Pengadilan? Kalau saja hakim memiliki penguasaan atau minimal paham IT maka tuduhan jaksa tentunya tidak sepenuhnya benar. Sebab sudah bukan menjadi kendala dan rahasia umum lagi betapa siapa saja yang dapat menguasai pembedahan program IT di PC, maka dapat mengirim SMS kepada siapa pun yang dikehendaki dengan nomor handphone anda padahal anda tidak pernah mengirimnya.

Catatan Untuk Anies Baswedan



Jika yang dimaksud pribumi adalah Warga Negara Indonesia, maka kita semua tanpa terkecuali  adalah pribumi yang dimaksud. Tapi kendala di lapangan apa demikian dimaksud pribumi hanya Warga Negara Indonesia bukan Warga Negara Asing?

Membedah Methode Berpikir Anti Komunis Tapi Pro Khilafah


Kalian serukan perlawanan kepada para anak bangsa sendiri yang kalian duga telah terafiliasi Partai Komunis Indonesia. Padahal mereka tidak satu pun berkeliaran di kampung-kampung Nusantara kita sebab Suharto dan para algojonya melalui tragedi pasca 1965 tanpa proses peradilan yang beradab telah membantai, menyembelih dan memperkosa 500 ribu lebih populasi para anak bangsa sendiri yang terafiliasi PKI dan bahkan Sukarno pun turut menjadi korban. Kini mereka hanya menjadi serpihan ingatan bangkai-bangkai sejarah dan makam-makan bisu angker tidak terurus.

Negara Tidak Boleh Kalah Kepada Vandalisme




Ketika saya dihadapkan 
pada berita insiden pembakaran 
terhadap tujuh Sekolah Dasar Negeri 
dan satu SMK di Palangkaraya, Kalimantan Tengah 
(klik di sini untuk membaca beritanya), 
maka yang terlintas dalam otak 
tiada lain turut merasakan 
keprihatinan teramat dalam, 
terlepas dari apapun 
yang melatarbelakanginya, 
tindakan vandalis barbarian 
wajib tidak mendapatkan ruang pembiaran, 
kecuali Negara 
wajib memberikan sanksi hukum 
untuk menindaklanjuti.

Jika Saya Mengikuti Methode Berpikir Andi Arief


Andi Arief dalam cuitannya di Twitter @andiarief__12 September 2017 menuliskan, "Kalau hanya satu dua orang menghina Presiden mungkin perlu sikap tegas, tapi kalau sudah massal harusnya Presiden intropeksi." 

Habib Rizieq Dan Equality Before The Law



Equality before the law 
adalah prinsip negara hukum
agar Hukum dapat berkeadilan 
bahwa di depan hukum negara
semua anak bangsa 
tanpa terkecuali 
adalah sama.

Imajiner Bersama Aung San Suu Kyi

Joe Hoo Gi:
Dulu saya salah satu dari sekian juta pengagum Bunda ketika Bunda hadir sebagai social activist National League for Democracy (NLD). Masih selalu teringat dalam pikiran saya, betapa selama 15 tahun dalam pengasingan tahanan rumah, Bunda masih dapat memobilisasi massa dan menggelorakan semangat perjuangan pantang menyerah demi Pembebasan tegaknya Demokrasi dari kekuasaan rezim junta militer Myanmar. Support semangat Bunda kepada sistem demokrasi sikap perlawanan Bunda kepada rezim junta militer inilah yang telah banyak memberikan aspirasi perjuangan kami para aktivis Indonesia saat itu untuk dapat terbebas dari rezim militer Orde Baru. Perlu Bunda ketahui saja betapa sebagian dari buku yang Bunda tulis, salah satunya berjudul:The Voice of Hope: Conversations with Alan Clements yang terbit di tahun 2008 telah melengkapi kesempurnaan Bunda sebagai icon heroisme pembebasan terhadap rakyat tertindas oleh sistemik rezim otoriter. Tapi dengan perkembangan waktu setelah Myanmar mengalami proses transisi reformasi, terlebih setelah Bunda duduk di kabinet pemerintahan sebagai Konselor Negara, belakangan yang saya dengar, lihat dan baca dari berita kalau Bunda tidak dapat merawat kemanusiaan dan kebhinnekaan. Bunda telah melakukan pembiaran terhadap penindasan pada kaum sipil Rohingya.

Ada Apa Dengan Logika Berpikirmu Najib Tun Razak?


Ada apa dengan logika berpikirmu Najib Tun Razak ? Jika kondisi krisis kemanusiaan yang terjadi di Rohingya Myanmar lantas yang kau persalahkan justru Presiden Jokowi atas nama pemerintah Indonesia? Di mana korelasinya yang mendesak antara Indonesia dan Myanmar sehingga Anda berkesimpulan koplak seperti itu?

Mengkritisi Rohingya Secara Cerdas

Mari kita lebih cerdas, adil, netral dan proporsional dalam membahas akurasi yang berkaitan dengan insiden krisis kemanusiaan yang menimpa kaum sipil muslim Rohingya di Negara Myanmar. Memang sudah selayaknya kita support kepedulian aksi kemanusiaan kita kepada kaum sipil muslim Rohingya yang menjadi korban konflik separatis antara milisi Rohingya versus Rezim Myanmar. Tapi apakah kita sudah mencoba menggali akar persoalan krusial yang menjadi biang kerok dari insiden krisis kemanusiaan yang menimpa para korban kaum sipil muslim Rohingya?

Siapapun Sultannya Jogjakarta Tetap Istimewa


Betapa sejak tahun 2011 pernyataan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY)  yang saat itu masih menjabat sebagai Presiden perihal keistimewaan Jogjakarta yang diangapnya sebagai sistem monarki yang bertabrakan dengan sistem demokrasi dan Konstitusi Negara sehingga menjadi polemik bumerang kegaduhan di tengah masyarakat merupakan awal tumbuhnya sikap kecemasan saya menyangkut masa depan Jogjakarta.

Merepair Methode Berpikir Irasional Ricky Fattamazaya


Menurut konsep berpikir Saudara Ricky Fattamazaya, Ketua Umum Gema Pembebasan, jika Jokowi menjalin kerjasama dengan Partai Komunis Vietnam, maka logikanya sama saja Jokowi melanggar Tap MPRS 1966 sehingga harus dihukum 15 tahun penjara. Kalau logika keblingernya demikian maka jika saya bergaul dengan penganut Kejawen, berarti saya seorang Kejawen?

Menolak Lupa Kepada Malingsial

Masih ingat dalam pikiran saya ketika Malingsial (istilah plesetan untuk kuosa kata Malaysia yang telah melakukan pencurian atau klaim sepihak terhadap hasil karya kesenian dan kebudayaan Bangsa Indonesia) menginjak-injak harga diri sebuah Bangsa bernama Indonesia yang dimulai pada tahun-tahun sebelum 2009. Segala hasil kesenian dan kebudayaan para anak bangsa Indonesia mendadak secara sepihak diklaim oleh Malingsial sebagai hasil karya kesenian dan kebudayaannya. Dari mulai kerajinan Batik, kesenian Reog khas Ponorogo, kesenian wayang kulit, lagu daerah Rasa Sayange dari Maluku, tari Pendet dari Bali, tari Tortor dan alat musik Gordang Sambilan dari suku Mandailing Sumatera Utara, alat musik Angklung  dan masih banyak yang lain. Bahkan masakan khas Padang seperti  Rendang dan minuman Cendol pun diklaim sebagai hasil karya anak bangsa Malingsial.

Hate Speech, Bullying Dan Hoax Bukan Bagian Kebebasan Berpendapat


Semakin mendekati pilpres 2019, maka semakin banyak black campaign  yang dilakukan oleh pihak yang berseberangan dengan pemerintah sekarang. Satu-satunya cara ampuh untuk melakukan black campaign di era cyber world seperti sekarang ini tiada lain melalui  social media yang jangkauannya sangat-sangat luas tanpa batasan ruang dan waktu. Oleh karena itu tidak heran mengapa semakin banyak saja  users/admins/pemilik accounts sosmed dan melakukan hate speech, bulling dan hoax  berupa tulisan, gambar dan video yang modus operandinya tiada lain sebagai black campaign untuk persiapan sebelum pilpres 2019?

HTI Dan PKS Adalah Setali Tiga Uang

Sejak awal berdirinya Partai Kesejahteraan Sejahtera (PKS) yang semula Partai Keadilan (PK), saya sudah banyak mengetahui kalau Partai Politik ini membawa misi perjuangan Ikhwanul Muslimin yaitu sebuah organisasi keagamaan yang didirikan oleh  Hasan Al Bana di Mesir untuk meneruskan misi perjuangan mazhab Wahabi yang diusung oleh Muhammad bin Abdul Wahab dari Saudi Arabia dan kemudian berkembang luas ke pelbagai negara yang memiliki hidden agenda revolusi tanpa melalui sistem Pemilu, yakni merubah secara total sistem Negara Demokrasi menjadi sistem Daulah Khilafah Islamiyah

Dari Patung Maria, Yesus, Kwam Im, Murugan Sampai Kwan Sing Tee Koen


Tulisan ini mencoba untuk membedah cara berpikir dari sebagian anak bangsa yang melakukan aksi perlawanan dan meminta Pemerintah Daerah kabupaten Tuban, Jawa Timur untuk melakukan perobohan terhadap patung dewa. Padahal kondisi yang selama ini terjadi tidak ada keberatan satupun warga lokal di Kabupaten Tuban yang sebagian besar dari kaum Nahdiyin NU terhadap keberadaan patung dewa Kwan Sing Tee Koen.

Al-Zahra Dibakar Hidup-Hidup Di Tengah Masyarakat Agamisnya



Penjahat kemanusiaankah Al-Zahra sehingga masyarakat Agamisnya teramat kesal lantas merimbakan hukum dengan membakar Al-Zahra hidup-hidup? Penjahat korupsikah al-Zahra sehingga harus dibakar hidup-hidup oleh dan di tengah masyarakat Agamisnya? Apa kesalahan fatal yang diperbuat oleh Al-Zahra sehingga masyarakat Agamisnya harus mengeksekusi Al-Zahra dengan membakarnya hidup-hidup?

Ada Apa Dengan Logika Berpikirmu Mehmet Simsek?

Ada apa dengan logika berpikirmu Mehmet Simsek,jika anda memang peduli kepada krisis kemanusiaan yang menimpa kaum sipil Rohingya, maka beritahukan saja kepada publik kalau ada kekerasan kepada warga muslim Rohingya tanpa harus memprovokasi publik dengan video dan photo hoax yang tidak ada relevansi dan korealsinya dengan kondisi fakta yang sebenarnya.

Pansus Hak Angket Di Tengah Amuk Kemelaratan Anak Bangsanya Sendiri


Saya sampai sekarang 
masih merasa tidak percaya 
jika saya memiliki Dewan Perwakilan Rakyat 
sebab setiap tahun berjalan 
saya hanya menyaksikan kemelaratan 
para anak bangsaku di sana-sini, 
anak-anak kampung yang putus sekolah 
dan para pemuda kampung 
dibiarkan tanpa pekerjaan, 
sehingga Dirgahayu Kemerdekaan Indonesia 
yang berkumandang setiap tahun 
nyaris tidak dapat saya pahami lagi.

Merajut Kebangsaan Bersama Aliansi Bela Garuda


Meskipun Pancasila sebagai Azas Negara sudah berusia 72 tahun dan sudah menjadi Konsensus Nasional sebagai falsafah hidup berbangsa dan bernegara, tapi kenyataan yang terjadi hingga sampai hari ini ketika usia Reformasi berusia 19 tahun mendadak ada keinginan masif dari sebagian anak bangsa sendiri yang telah mengalami distorsi dan krisis kebangsaan yang lambat-laun jika perjuangan wacana mereka terus-menerus menggerus dalam pembiaran maka cepat atau lambat pasti akan menggurita sehingga dirasakan sangat mengancam Indonesia sebagai Negara Kesatuan yang multikultural.

Ahok To Be Continueted


Awalnya saya tidak tahu ketokohan anak bangsa bernama Ahok. Tapi bergulirnya waktu demi waktu dari mengalirnya peristiwa demi peristiwa namanya mulai terus semakin membesar membumbung tinggi-tinggi sekali tidak hanya untuk warga Jakarta, tidak hanya untuk masyarakat Indonesia, tapi kepopularannya terus menggerus di mata masyarakat internasional dari mulai negara-negara adikuasa hingga menerobos ke segala penjuru negara-negara berkembang.

Jika Kebangsaan Harus Dirajut



Jika kesendirianmu 
terbalut oleh kesunyian, 
maka doa adalah jalan keluarmu.
Bertanya Indonesia masa kini.
Menjawab Indonesia masa depan 
adalah beban teramat berat 
sarat kamu pikul.

Inilah Silsilah Keluarga Kawanku Orang Indonesia


Inilah keluarga dari kawanku. Ayahnya peranakan Tionghoa dan Jawa. Ibunya peranakan pribumi Dayak. Kakek dari ayahnya peranakan Jawa dan Batak. Kakek dari ibunya peranakan Dayak dan Tionghoa. Nenek dari ayahnya peranakan Tionghoa dan Minahasa. Nenek dari ibunya peranakan Banjar dan Dayak.

Siapa Yang Benar Dan Salah



saling menghujat 
menebar fitnah 
saling mencurigai 
menabur kebencian 
kini menjadi trend 
para anak bangsa sendiri.

Penjaramu Adalah Kado Persembahan Politik Identitas Angkara Kebencian


Inilah yang terjadi jika Negara Kesatuan Republik Indonesia dikemas dalam bingkai politik yang saling berkonspirasi untuk saling memangsa antar anak bangsa sendiri. Negara akan kehilangan keseimbangan dan hanya tinggal menunggu karam jika antar anak bangsa sendiri dibiarkan saling berlomba menabur ambisi angkara kebencian. Sementara kawan dan lawan samar dari pandang mataku. Semua ditentukan dalam tolok ukur politik identitas. Perbedaan bukan lagi kebersamaan sebab Agama telah kehilangan rahmatan lil 'alamin.

Apa Yang Salah Pada Lilin?


Apa yang salah pada lilin? 
Di kampung-kampung 
dan pada setiap pemadaman listrik 
banyak warga beralih ke lilin 
sebagai penerangan sementara.

Tiga Catatan Koreksi Untuk HTI Dan Underbownya


Sampai sekarang saya tidak bisa memahami methode berpikir dari para aktivis yang berjuang dalam wadah ideologi dan organisasi masyarakat Hizbut Tahir Indonesia (HTI) dan underbownya. Methode berpikir HTI dan underbownya serba tumpang tindih,inkonsistensi dan  sektarian. Inilah beberapa catatan koreksi saya perihal methode berpikir HTI dan underbow -nya yang saya anggap serba tumpang tindih,inkonsistensi dan sektarian.

Ahok Dan Democracy Failur


Sejak awal sebelum Ahok di-Almaidah-kan, jauh hari saya sudah memprediksikan melalui tulisan saya (klik di sini untuk membacanya kembali) perihal score yang bakal terjadi pada pasca pertarungan Pilkada di DKI Jakarta 2017. Prediksi saya betapa di satu sisi Ahok akan mencapai kemenangan yang mustahil untuk dikalahkan oleh para rivalnya jika bertarung secara fair tanpa melibatkan pola sektariansime, tapi di sisi lain jika bertarung secara affair dengan melibatkan pola sektarianisme di tengah sebagian bangsanya yang masih menggurita berurat berakar mendarah daging semangat anti multikulturalnya, maka posisi Ahok yang multi-minoritas akan mencapai kekalahan dan mustahil untuk bisa mencapai kemenangannya.

Selamat Jalan Chatarina: Di Akhir Sembilan Belas Lebih Tiga Menit

Dua puluh tiga tahun dia bertahan sebagai teman.Mengisi setiap ruang kehidupan.Merajut lelah perjalanan.Menelan setiap perbedaan menjadi cita rasa pengertian. Suka dan duka adalah permainan yang paling mengasyikkan.Jika cinta adalah lentera keabadian maka dibutuhkan ujian pembuktian.

Solusi Mengatasi Keyboard Tidak Berfungsi Ketika Melakukan Startup Dual Select


Saya pernah mengalami kendala serius pada PC saya, ketika PC melakukan startup booting mendadak PC tidak langsung masuk ke Windows, melainkan masuk pada Windows Error Recovery, sehingga mau tidak mau saya harus melakukan dua pilihan antara Launch Startup Repair (recommended) dan Start Windows Normally. Untuk melakukan dua pilihan ini memang diperlukan tombol arah panah down dan up  serta  enter pada keyboard. Ketika saya mau melakukan pilihan pada Start Windows Normally, mendadak keyboard kehilangan fungsi.

Kembalikan Kenusantaraan Indonesia



Saya rindu 
nuansa ke-Nusantara-an 
seperti keindahan 
warna-warni pelangi 
yang belakangan ini 
gumpalan awan mendung 
terus saja bertahan 
menutupi keindahannya.

Mengenang Amuk 23 Mei 1997 Di Banjarmasin

Maksud dari tulisan saya ini, Mengenang Peristiwa Amuk 23 Mei 1997 Di Banjarmasin, hanya sekedar berbagi nostalgia dari kesaksian saya untuk mengenang lembaran peristiwa sejarah 19 tahun yang silam betapa kekuasaan Orde Baru yang dibangun secara otoriter dan anti demokrasi selama 32 tahun telah membuat luka-luka penindasan yang dialami oleh segenap para anak bangsa dibiarkan semakin lebar menganga sehingga menjadi borok yang sakitnya terasa seperti jeritan amuk massa yang terjadi di berbagai daerah di Indonesia, tidak terkecuali di Banjarmasin.

Diskusi Kelompok Studi Formasi Dibalik Keranda



Maksud dari tulisan saya ini, Diskusi Kelompok Studi Formasi Di Balik Keranda, hanya sekedar berbagi nostalgia perjuangan dari catatan kesaksian saya untuk mengenang kembali lembaran peristiwa sejarah 23 tahun yang silam.

Mengenang Pertemuan Aktivis Gerakan Mahasiswa Era 1990-an (Part 1)

Tulisan yang bertajuk Mengenang Pertemuan Aktivis Gerakan Mahasiswa Era 1990-an, saya bagi menjadi dua serial artikelSerial artikel pertama berjudul Mengenang Pertemuan Aktivis Gerakan Mahasiswa Era 1990-an (Part 1) yang berlangsung di Kaliurang, Yogyakarta. Serial artikel kedua berjudul Mengenang Pertemuan Aktivis Gerakan Mahasiswa Era 1990-an (Part 2) yang berlangsung di Lembang, Bandung.

Antithesa Blunder Gerakan Mahasiswa 1990-an

Apa yang menjadi ciri khas krusial dari pola ideologis perjuangan aktivis Gerakan Mahasiswa era 1990-an? Mengapa harus jatuh pada pilihan yang lebih spesifik kepada Gerakan Mahasiswa era 1990-an? Mengapa tidak langsung mengarah yang lebih ideal kepada Gerakan Mahasiswa di era Orde Baru mengingat pada era 1970-an juga telah lahir peristiwa Gerakan Mahasiswa yang pernah menorehkan peristiwa sejarah berskala nasionalnya seperti peristiwa Malapetaka 15 Januari 1974 yang dikenal dengan peristiwa Malari dan Insiden Berdarah 1978 di kampus ITB?

 

Ketik dan Tekan Enter